POJOKSULSEL, MAKASSAR - Garuda Indonesia memberikan penjelasan soal jemaah haji kolter 12 UPG yang terlambat tiba di tanah air.
"Pesawat dengan flight number GIA 1212 yang akan mengangkut jemaah haji kloter 12 mengalami perubahan slot time penerbangan," kata General Manajer Garuda Indonesia Makassar I Wayan Gilang Aditya.
Kloter12 UPG mengalami keterlambatan selama 2 jam. Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 392 jemaah haji kloter 12 harusnya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pukul 23.50 Wita pada Jumat malam tadi.
Baca juga Lolos Paskibraka Nasional 2023, Gubernur Sulsel Lepas 2 Pelajar Jalani Pemusatan Latihan di Depok
Namun demikian, perubahan slot terbang yang terjadi mengakibatkan Pesawat Garuda Indonesia baru tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul Pada Sabtu (15/7/2023) pukul 01.38 Wita.
"Untuk jadwal terbang selanjutnya harus menuggu jadwal baru yang dikeluarkan oleh bandara setempat,"ujar I Wayan Gilang Aditya.
Atas perubahan slot terbang tersebut, lanjut I Wayan Gilang Aditya, Pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan jemaah haji kloter 13 UPG tiba lebih dulu di tanah air.
Ia mengatakan, pihak maskapai tidak bisa mengubah slot penerbangan yang sudah ditetapkan oleh bandar udara setempat.
Baca juga Kejuaraan Sepak Bola Piala Gubernur U20 Digelar, Dispora Sulsel Siapkan Total Hadiah Rp85 Juta
Keterlambatan jemaah haji kloter 12 tiba di tanah air berimbas keterlambatan prosesi penyerahan jemaah haji kepada PPIH daerah asal di aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.
Jemaah haji kloter 12 UPG berasal dari Kabupaten Luwu 284 orang, Gowa 99 orang, dan Kota Makassar 44 orang tiba di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Sabtu pukul 2.30 Wita.
Jemaah haji kloter 12 UPG kemudian diserahkan oleh Sekretris PPIH Embarkasi-Debarkasi UPG Makassar Ali Yafid ke TPHI daerah untuk diperoses kepulangannya ke daerah masing-masing.
Ada tiga jemaah kloter 12 UPG tersebut yang wafat di Arab Saudi, yaitu Sitti Hawa Kalu (74) asal Kabupaten Luwu, Mari Mantereng Nawo (73) asal Kabupaten Luwu, dan Burhan Nais Ibrahim Musa (74) dari Kabupaten Gowa.
(***)




