POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Dishub Sulsel Erwin Terwo memberikan perhatian khsusn jalur utara Sulawesi Selatan, saat puncak arus mudik lebaran tahun 2025.

Erwin Terwo mengatakan, jalur utara akan mengalami kenaikan volume kendaraan saat puncak arus mudik lebatan di Sulawesi Selatan.

"Kita wanti-wanti itu puncak arus mudik lebaran itu 28 Maret sampai 30 Maret. Kemudian arus balik, 6-7 April," kata Erwin Terwo di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Unsulbar Terapkan Seleksi Berlapis PMB Prodi Kedokteran, Utusan Daerah Kembali Dites

Ia mengatakan, jalur utara memang selalu ramai saat mudik lebaran, yaitu dari Kota Makassar hingga Kota Parepare.

"Memang yang tinggi itu dalam arus mudik ini adalah jalur Utara, yakni Makassar sampai Parepare," katanya.

Ia juga mengatakan titik-titik kemacetan di sepanjang jalur utara yang perlu diantisipasi.

Baca Juga: Inilah Dua Perwira Polri Promosi Jabatan ke Polda Sulbar di Bulan Maret, Ada Mantan Kapolres

Ada dua titik rawan kemacetan di Kota Makassar, yaitu Jalan Perintis Kemerdekaan dan Simpang lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kecamatan Biringkanaya.

titik rawan kemacetan itu berada di daerah Jalan Perintis Kemerdekaan ya,

"Karena di situ sudah tercampur dengan moda transportasi dari jalur lokal, dan titik temunya itu di simpang lima (bandara), di situ puncak kemacetan," katanya.

Baca Juga: Link Mirror Pengumuman SNBP 2025 UNM Makassar: Alternatif Jika Situs Utama Sulit Diakses

Titik rawan kemacetan lainnya yang perlu diwaspadai para pemudik adalah lampu merah di Kabupaten Maros san Kota Parepare

"Puncak kemacetan kedua adalah di Maros, lampu merah itu ya, pertemuan dari arah Bone dan Parepare," katanya.

Ia mengatakan, Dinas Perhubungan Sulsel sudah berkoordinasi dengan Diahub kabupaten kota terkait hal tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Erwin Terwo mengatakan jika kepadan kendaraan pada jalur selatan relatif sedikit

"Kemudian di jalur Selatan tidak terlalu ini (tinggi) ya, yang kita antisipasi itu di daerah Mamminasata, paling di Gowa-Takalar," ungkapnya.

***