POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan (BMBK Sulsel) menerapkan sistem design and build yang menggabungkan proses perencanaan dan konstruksi dalam satu kontrak pada proyek perbaikan enam paket jalan.

Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa skema tersebut berbeda dengan metode sebelumnya yang memisahkan proses Detailed Engineering Design (DED) dan pekerjaan konstruksi dalam paket lelang terpisah.

"Sekarang konstruksi dan desain dilakukan dalam satu paket kontrak,” kata Andi Ihsan.

Dengan sistem design and build, kontraktor bertanggung jawab penuh mulai dari perancangan hingga pelaksanaan konstruksi jalan.

Baca Juga: 2 Guru Besar Daftar Bakal Calon Rektor IAIN Parepare, Panitia Jamin Akuntabilitas Verifikasi Berkas

Menurut Andi Ihsan, metode terintegrasi ini dinilai lebih efisien dari sisi waktu, biaya, serta koordinasi teknis di lapangan.

Ia mencontohkan penerapan skema tersebut pada paket 1 yang mencakup perbaikan 13 ruas jalan di Sulawesi Selatan.

Ruas yang ditangani antara lain Jalan Hertasning hingga Jalan Aroepala di Kota Makassar, berlanjut ke Jalan Tun Abdul Razak sampai Jalan HM Yasin Limpo di Kabupaten Gowa arah poros Malino.

Pengerjaan juga mencakup ruas poros Bili-Bili ke Malino, Malino menuju Tondong Sinjai, hingga Tanete–Tana Beru di Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga: Ini Profil Lengkap Prof Andi Aderus yang Bidik Kursi Rektor IAIN Parepare

Untuk paket 1, kontrak telah diteken dengan nilai Rp430,7 miliar dengan total penanganan jalan sepanjang 300,24 kilometer. Proyek tersebut menggunakan skema multiyears dengan masa pengerjaan selama tiga tahun.

Andi Ihsan menegaskan, pengerjaan jalan dalam skema ini tidak harus dilakukan secara berurutan. Tim konstruksi diberikan keleluasaan untuk memprioritaskan ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling berat.

“Mana yang kondisinya berat itu yang didahulukan. Tidak harus berderet. Tahun ini bisa fokus Aroepala, tahun berikutnya ruas lain. Karena ini multiyears tiga tahun, targetnya akhir 2027 semua selesai,” ujarnya.

Skema design and build juga diterapkan pada lima paket perbaikan jalan lainnya di Sulawesi Selatan. Saat ini, lima paket sudah mulai dikerjakan, sementara satu paket lainnya masih dalam tahap persiapan lelang. ***