POJOKSULSEL, MAKASSAR - Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar mencatat prestasi akademik dengan memiliki dua jurnal yang terindeks Scopus.

Dua jurnal FSH UIN Alauddin Makassar yang terindeks Scopus, yakni Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab dan Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan.

Jurnal Mazahibuna FSH UIN Alauddin Makassar lebih dahulu tercatat dalam indeks Scopus pada 29 Desember 2025. Sementara Al-Daulah resmi diumumkan terindeks Scopus pada Kamis (6/8/2026).

Dekan FSH UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Abd Rauf Muhammad Amin, menyambut capaian tersebut dengan apresiasi.

Menurut Prof. Rauf Amin, keberhasilan dua jurnal FSH masuk Scopus merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, terutama tim pengelola jurnal yang terus melakukan pembenahan.

Baca Juga: Pengurus NU se-Sulawesi Kompak Dukung Gagasan Gus Rozin, Pesantren hingga Jam’iyah Jadi Perhatian

“Alhamdulillah, terindeksnya dua jurnal FSH di Scopus merupakan capaian yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa kualitas akademik dan pengelolaan publikasi di UIN Alauddin terus berkembang dan mampu mendapat pengakuan di tingkat internasional,” ujar Prof. Rauf Amin.

Ia menegaskan, indeksasi Scopus tidak boleh berhenti sebagai pencapaian administratif maupun simbol prestise akademik.

Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi titik awal untuk menjaga konsistensi mutu publikasi dan meningkatkan kontribusi keilmuan FSH dalam kajian syariah dan hukum.

“Masuk Scopus bukan akhir, tetapi awal dari tantangan yang lebih besar. Kita harus menjaga kualitas artikel, meningkatkan kolaborasi internasional, memperluas jejaring akademik, dan memastikan jurnal kita memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu syariah dan hukum,” tegasnya.

Prof. Rauf Amin berharap keberhasilan Mazahibuna dan Al-Daulah dapat menjadi pemicu bagi jurnal-jurnal lain di lingkungan UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: 3 Siswa MTsN 1 Makassar Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Robotik Internasional Korea Selatan

Ia mendorong seluruh pengelola jurnal di lingkungan kampus untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas artikel, serta membangun jejaring akademik yang lebih luas.

“Kita ingin capaian ini menjadi budaya akademik di UIN Alauddin. Bukan hanya dua jurnal di FSH, tetapi seluruh jurnal fakultas harus terus kita dorong untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas publikasi,” tandasnya.

Menurutnya, semakin banyak jurnal berkualitas yang mendapat pengakuan internasional akan semakin memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah UIN Alauddin Makassar.

Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab merupakan jurnal yang membahas beragam isu dalam kajian syariah dan hukum Islam.

Ruang lingkupnya antara lain perbandingan mazhab, hukum Islam, usul fikih, fatwa, hukum konstitusi, politik Islam, hukum humaniter dan internasional, hingga berbagai persoalan hukum kontemporer.

Sementara Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan berfokus pada kajian hukum pidana dan ketatanegaraan.

Jurnal tersebut mencakup berbagai topik, seperti hukum Islam, hukum pidana Islam, hukum adat, hukum administrasi, hukum humaniter, serta hukum internasional.

Baca Juga: Ini 4 Sekolah Rakyat di Sulsel yang Dibangun Kementerian PU Mulai Beroperasi, Tampung 1.508 Siswa

Dengan masuknya kedua jurnal tersebut ke dalam indeks Scopus, FSH UIN Alauddin Makassar memiliki ruang yang semakin luas untuk memperkenalkan hasil riset dan gagasan akademik dosen maupun peneliti ke komunitas ilmiah internasional. ***