POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - DPRD Makassar soroti serapan anggaran Pemkot Makassar yang baru terealisasi dikisaran 30 persen lebih dalam APBD hingga triwulan kedua 2023.

Anggota DPRD Makassar, Saharuddin Said sebut realisasi anggran Pemkot Makassar masuk dalam kategori rendah.

Baca Juga: Naik 2 Kali Lipat, Segini Harta Kekayaan Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo

"Jangan sampai kita rugi karena silpa kalau rendah, anggran kan ada sama dengan tahun lalu. Kenapa capaian tahun ini tidak seperti yang lalu," ujar Saharuddin Said.

Anggota DPRD Makassar fraksi Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memprediksi, kondisi tersebut akan memicu tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Terlebih pekan ini sudah masuk bulan memasuki September, artinya tersisa tiga bulan di tahun 2023.

"Mengapa seolah-olah kegiatan sama sekali tidak jalan, kecuali dibeberapa dinas memang ada yang tidak jalan programnya karena banyak sistemnya," jelas Saharuddin Said.

Saharuddin Said berpendapat, anggaran tersebut sengaja disimpan menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024. Kemudian akan digunakan untuk kepentingan caleg meningkatkan popularitas atau calon kepala daerah tertentu.

Baca Juga: DPRD Makassar Soroti Proyek Pembangun Gedung Puskesmas Ujung Pandang Baru yang Mangkrak

"Kita orang politik jadi asumsikan ini. jangan sampai dekat pemilu bisa saja jadi bom untuk meningkatkan popularitas," tambahnya.

Saharuddin mendesak pemeritah agar mengambil langkah percepatan untuk menyerap anggaran. Menyusul semakin mendekati akhir batas waktu.

"Itu tidak wajar, sekarang mau bulan 9 kan 3 bulan lagi tutup buku," tutupnya. ***