POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ahmadi Akil memberikan tanggapan terkait adanya temuan Minyakita kemasan 1 liter dikurangi menjadi 750-800 mililiter (mL).

"Sampai saat ini belum ada. Tapi pasti akan ditindak lanjuti," kata Ahmadi Akil kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel terkait temuan Mentan Andi Amran Sulaiman terkait ada pengurangan takaran Minyakita, Senin (10/3/2025).

Ahmadi Akil mengatakan bahwa dirinya memang belum pernah melakukan uji takaran Minyakita selama menjabat sebagai kepala dinas.

Baca Juga: Tasming Hamid Hadiri Muscab HIPMI Parepare, Dorong Sinergi untuk Kemajuan Kota

"Saya selama jadi kadis belum pernah uji secara langsung ada kekurangan," kata Ahmadi Akil.

Meski demikian, Ahmadi Akil akan melihat perkembangan satu hingga dua hari ke depan.

"Kami akan liat perkembangan satu dua hari," katanya.

Baca Juga: Husniah Talenrang Telah Jadi Orang Tua Asuh untuk 5 Keluarga di Gowa, Terbaru Anto Daeng Rowa

Ia mengatakan, pengawasan takaran Minyakita bisa dilakukan pada rantai distributor maupun pasar modern.

Ahmadi Akil menegaskan, memang belum ada informasi terkait adanya pengurangan takaran Minyakita kemasan 1 liter.

Sementara itu, pengukuran pada Minyakita kemasan plastik 1 liter yang dikemas CV Sumatra Gowa Jaya, yang dibeli di Pasar Butung Makassar.

Baca Juga: Enreco Reborn

Hasil pengujian menggembirakan. Takaran kemasan plastik 1 liter yang diproduksi CV Sumatra Gowa Jaya sudah sesuai.

Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan takaran kemasan 1 liter Minyakita menjadi 750-800 mL.

Itu menjadi temuan Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3/2025).

***