POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Gerakan Pangan Murah atau GPM Dinas Ketahanan Pangan Sulsel digelar pada Rabu dan Kamis (26-27/3/2025).
Gerakan Pangan Murah atau GPM itu berlokasi di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Jalan Ratulangi No 47, Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, M Ilyas, mengatakan sudah 193 kali digelar GPM sepanjang Januari - Maret 2025.
"Pangan pokok strategis dan pangan olahan dijual dalam gerakan pangan murah," kata Ilyas.
Ia menjelaskan, GPM menjelang Idul Fitri dilaksanakan untuk menjaga stok dan harga pangan.
Sebab, stok dan harga akan bergejolak jika tidak dijaga dengan baik. salah satunya lewat pangan murah.
Menurut Ilyas, jika sampai terjadi gejolak stok dan harga maka daya beli masyarakat bisa turun.
Baca Juga: Berbagi Takjil Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulsel Wujud Toleransi dan Harmoni
"GPM solusi konkret ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, gerakan pangan murah sudah dilaksanakan sejak tahun 2023.
Ia bersyukur bahwa gerakan pangan murah itu diadopsi oleh pemerintah pusat.
Rincian harga bahan pokok pada gerakan pangan murah Dinas Ketapang Sulsel, yaitu:
Cabai Rp95 per kg
Bawang merah Rp35 ribu per kg
Bawang Putih Rp40 ribu per kg
Tomat Rp10 ribu per kg
Baca Juga: 18 Dosen UIN Alauddin Makassar Terima KMA Penetapan Guru Besar. Ini Nama-Namanya!
Minyakita Rp15 ribu per liter
Gula Rp17.500 per kg
Beras sakura Rp68.000 per 5 kg
Beras SPHP Rp58 ribu per 5 kg
***




