POJOKSULSEL, MAKASSAR - Syukuran Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Kota Makassar bukan sekadar perhelatan budaya dan pameran produk kriya.

Lima hari pelaksanaan Dekranas di Kota Makassar tercatat mampu menarik sekitar 180 ribu pengunjung sekaligus menggerakkan roda ekonomi Sulawesi Selatan hingga diperkirakan menembus lebih dari Rp100 miliar.

Syukuran 46 tahun Dekranas yang dipusatkan di Kota Makassar resmi ditutup di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026).

Penutupan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan membunyikan Jalappa, alat musik tradisional Sulawesi Selatan berbahan kuningan.

Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu catatan utama dalam penyelenggaraan Dekranas tahun ini. Berdasarkan data panitia, hingga 11 Juli 2026 jumlah pengunjung mencapai sekitar 180 ribu orang.

Baca Juga: UIN Palopo Catat 55,5 Persen Program Studi Jenjang Sarjana Sudah Akreditasi Unggul, Ini Daftarnya

Setiap hari, rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu pengunjung memadati lokasi kegiatan. Bahkan pada puncak acara, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 80 ribu orang.

Ketua Panitia Harian Syukuran 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, menyebut seluruh rangkaian kegiatan sejak 8 hingga 12 Juli 2026 berjalan aman dan lancar dengan dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

203 Stan Pamerkan Produk Kriya Nusantara

Selama lima hari pelaksanaan, sebanyak 203 stan pameran menghadirkan beragam produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Bawaslu Sulsel Ajak Mahasiswa Ikut Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI, Pendaftaran Dibuka 15 Juli

Produk yang ditampilkan meliputi kain tradisional, kriya berbasis budaya lokal, hingga inovasi produk kreatif para perajin daerah.

Pameran tersebut menjadi wadah promosi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku industri kerajinan. Selain itu, kegiatan ini mempertemukan perajin, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.

Dari sisi transaksi, panitia memperkirakan nilai penjualan seluruh stan selama kegiatan mencapai sekitar Rp5 miliar.

Stan peserta asal Sulawesi Selatan mencatat kontribusi besar dengan transaksi lebih dari Rp1,01 miliar atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi hingga 11 Juli.

Sementara itu, produk premium Sulsel melalui agenda Celebes Craft dan Malam Budaya membukukan transaksi sekitar Rp150 juta. Adapun pameran Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK mencatat transaksi sebesar Rp551,75 juta.

Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Sulsel Jadi Tuan Rumah

Dalam acara penutupan, Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas.

“Terima kasih banyak kepada panitia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pak Gubernur Sulawesi Selatan. Penyelenggaraan acara ini berjalan dengan sangat baik,” kata Tito.

Baca Juga: Masuk Sekolah Perdana, Kakan Kemenag Makassar Titip Pesan Penting untuk Generasi Madrasah

Menurut Tito, dampak kegiatan tidak hanya terlihat dari sektor kerajinan, tetapi juga menyentuh berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Ia menyebut perputaran ekonomi terjadi melalui meningkatnya aktivitas transportasi, tingkat hunian hotel, sektor kuliner, hingga penjualan produk UMKM.

“Transportasi lokal bergerak, penginapan penuh, kuliner berkembang, termasuk penjualan produk UMKM yang terlihat dari tingginya transaksi para tenant UMKM,” ujarnya.

Sulsel Jadi Panggung Promosi Kriya Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima penghargaan dari Ketua Dekranas Selvi Ananda Rakabuming sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan wastra dan kriya lokal.

Selain pameran, rangkaian kegiatan Dekranas 46 Tahun juga diisi dengan berbagai agenda, seperti talkshow, workshop, pertunjukan seni budaya Sulawesi Selatan, serta promosi produk unggulan daerah.

Baca Juga: Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan

Lebih dari 3.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran peserta memberikan dampak lanjutan terhadap sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif Sulawesi Selatan.

Keberhasilan penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas di Makassar menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi produk kriya Indonesia agar semakin dikenal hingga pasar internasional.

Tito Karnavian menegaskan tantangan berikutnya adalah memastikan kerajinan Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar dunia.

“Acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan. PR kita sekarang adalah bagaimana kerajinan Indonesia bisa mendunia,” tutup Tito. ***