POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid melantik 15 kepala madrasah negeri di Sulawesi Selatan (Sulsel) di Aula Kanwil pada Jumat (7/11/2025).
Pelantikan yang dilakukan Ali Yafid terhadap 15 kepala madrasah negeri disaksikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha serta para pejabat administrator Kanwil.
Pelantikan belasan kepala madrasah negeri perdana dilakukan di tingkat Kanwil Kemenag Sulsel. Itu berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 1514 tahun 2024. KMA itu mengatur bahwa seluruh pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Agama digelar tingkat Kantor Wilayah.
Baca Juga: Ketua PKK Parepare Andi Arfiah Tasming Ajak Pelaku Usaha Go Digital untuk Perluas Pasar
Pada kesempatan itu, Ali Yafid menegaskan, pelantikan kepala madrasah negeri adalah momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai pemimpin di satuan pendidikan.
Ia meminta kepada para pejabat yang dilantik untuk bersyukur dengan amanah yang diemban. Sebab, banyak orang antre untuk suatu amanah.
"Rasa syukur itu harus diwujudkan dalam kerja nyata, pelayanan tulus, dan inovasi di madrasah," kata Ali Yafid dikutip laman Kemenag Sulsel.
Baca Juga: Unhas Dominasi Pimnas Tahun 2025, 20 Tim PKM Universitas Hasanuddin Siap Tanding
Pada kesempatan itu, Ali Yafid juga menekankan kepada para pejabat untuk bekerja ikhlas, membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar madrasah, dan menggerakkan semua potensi yang ada untuk kemajuan lembaga.
Ia juga mengingatkan agar kepala madrasah aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan aset dan pengembangan sarana pendidikan.
“Madrasah tidak bisa maju sendiri. Harus ada komunikasi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan sekitar masyarakat. Apa pun yang kita terima hari ini, terima kasih dan manfaatkan untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Baca Juga: Tim Dosen Unsulbar Latih Puluhan Anggota UMKM Sisenga Desa Laliko Digital Marketing
Pada kesempatan itu, Ali Yafid juga menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat kecil, termasuk memastikan anak-anak di sekitar madrasah tidak tertinggal dalam program pendidikan dan kesehatan gratis yang digulirkan pemerintah.
“Tidak boleh ada anak di sekitar madrasah yang putus sekolah hanya karena tidak mempunyai biaya. Kepala madrasah harus menjadi pelopor kepedulian sosial,” pesannya.
Ali Yafid menutup arahannya dengan doa dan harapan agar para kepala madrasah yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
“Bekerjalah dengan ikhlas. Jangan bekerja karena mengharap sesuatu selain ridha Allah. Kalau kita bekerja dengan niat yang baik, hasilnya akan kembali menjadi berkah bagi diri dan lembaga,” tutupnya.
Berikut daftar kepala madrasah yang dilantik:
1. Salma, S.Pd.I, M.Pd – Kepala MIN 1 Takalar
2. Ardiana, S.Pd.I, M.Pd – Kepala MIN 2 Jeneponto
3. Nasrun, S.Pd.I – Kepala MIN 3 Bulukumba
4. Sirajuddin, S.Pd.I, M.Pd – Kepala MIN 4 Bulukumba
5. Kasman, S.Pd.SD – Kepala MTsN 3 Bulukumba
6. Rante Mappasanda, S.Pd – Kepala MIN 1 Tana Toraja
7. Nurbaetah, S.Pd.I, M.Pd – Kepala MAN Luwu
8. Darwiah, S.Pd – Kepala MIN 2 Luwu
9. Sitti Aliah Rahman, S.Ag – Kepala MIN 3 Luwu
10. Inaya, S.Ag – Kepala MTsN 4 Luwu
11. Dra. Rahimah – Kepala MIN 4 Luwu
12. Nur Asia Jamal, BSAg – Kepala MAN Wajo
13. Andi Irwan, SS, M.Si – Kepala MIN 2 Tulang
14. Muh. Arkam, S.Pd.I, MA – Kepala MIN 4 Bone
15. Andi Asdar, S.Pd – Kepala MTsN 2 Bone ***




