POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 18 pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel dapat amanah baru. Dari jumlah tersebut, 17 orang di antaranya dilantik sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 17 Kepala Kantor Urusan Agama se-Sulawesi Selatan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis (20/8/2026).
Para Kepala Kantor Urusan Agama lingkup Kanwil Kemenag Sulsel akan mengisi posisi di 10 kabupten Provinsi Sulawesi Selatan.
Masing-masing Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Luwu, Maros, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sinjai, serta Toraja Utara.
Sementara satu pejabat lainnya, Marsufa, mendapat amanah sebagai Kepala Madrasah MTsN 2 Bulukumba.
Baca Juga: Akmal Saputra Tewas Usai Terjatuh dari Kapal Jolloro, Jasadnya Ditemukan ABK di Perairan Sinjai
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, meminta para pejabat yang baru dilantik tidak memandang jabatan sebatas tugas administratif.
Menurutnya, posisi yang dipercayakan pemerintah dan Kementerian Agama merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Layani masyarakat dengan baik, layani masyarakat dengan penuh integritas, penuh kasih sayang, penuh cinta,” pesan Ali Yafid.
Khusus Kepala KUA, pesan tersebut menjadi penting mengingat posisi mereka berada di garis depan pelayanan Kemenag pada tingkat kecamatan.
Kepala KUA bersentuhan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama dalam urusan pelayanan keagamaan dan administrasi pernikahan.
Baca Juga: Daftar 5 Prodi Politeknik Negeri Ujung Pandang Raih Akreditasi Baru, Empat Berstatus Unggul
Ali Yafid juga menekankan pentingnya integritas yang tidak bergantung pada pengawasan pimpinan.
Ia meminta pejabat tetap bekerja secara optimal meski tidak sedang diawasi. Sebab, menurutnya, integritas justru terlihat dari konsistensi seseorang menjalankan amanah ketika tidak ada yang memperhatikan.
Selain integritas, para Kepala KUA juga diminta membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ali Yafid mendorong pejabat baru memiliki empati dan mampu memahami persoalan masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan.
“Kalau kita hadir, orang senang dengan kita. Ketika kita hadir biasanya dibutuhkan, ketika kita tidak ada dicari,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang bagi para pejabat untuk menghadirkan inovasi di tempat tugas masing-masing. Kepemimpinan, kata dia, tidak semestinya dibangun dengan tekanan, tetapi melalui kepercayaan dan tanggung jawab.
“Sekarang punya kapasitas dan kesempatan untuk mengatur dan melayani orang dengan baik,” katanya.
Berikut 17 Kepala KUA dan Kepala MTsN 2 Bulukumba yang baru dilantik di Sulawesi Selatan:
1. Kaimuddin sebagai Kepala KUA Gantarang Keke, Kabupaten Bantaeng
2. Abd Azis sebagai Kepala KUA Sinoa, Kabupaten Bantaeng
3. Kaharuddin sebagai Kepala KUA Bontocani, Kabupaten Bone
4. Jumandar sebagai Kepala KUA Lamuru, Kabupaten Bone
5. Harun Djufri sebagai Kepala KUA Bontotiro, Kabupaten Bulukumba
6. Rizal Ramina sebagai Kepala KUA Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa
7. Muslimin sebagai Kepala KUA Pattallassang, Kabupaten Gowa
8. Abubakar Assidik Pabeta sebagai Kepala KUA Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto
9. Muhardin sebagai Kepala KUA Basse Sang Tempe, Kabupaten Luwu
10. Arif sebagai Kepala KUA Camba, Kabupaten Maros
11. Agussalim sebagai Kepala KUA Moncongloe, Kabupaten Maros
12. Hamzah Ahmad sebagai Kepala KUA Tompobulu, Kabupaten Maros
13. Muhammad Basir sebagai Kepala KUA Minasatene, Kabupaten Pangkep
14. Muhamad Sabir B sebagai Kepala KUA Bulupoddo, Kabupaten Sinjai
15. Ahmad Mu’abid sebagai Kepala KUA Rantepao, Kabupaten Toraja Utara
16. Rantelino sebagai Kepala KUA Rantebua, Kabupaten Toraja Utara
17. Nurfadhilah Haris sebagai Kepala KUA Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara
18. Marsufa sebagai Kepala Madrasah MTsN 2 Bulukumba
***




