POJOKSULSEL, MAKASSAR - Cuaca ekstrem diprakirakan melanda Sulawesi Selatan pada 25–27 Februari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sulsel langsung merespons peringatan dini BBMKG Makassar tersebut. 

BPBD Sulsel menyatakan kesiapsiagaan menghadapi cuaca dengan status waspada, siaga hingga awas. Sejumlah daerah di Sulawesi Selatan masuk pemantauan. BPBD memastikan seluruh personel bersiaga.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi cuaca dari BMKG. BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota diminta siaga. Sulawesi Selatan dinilai masih berpotensi diguyur hujan lebat.

Ia menjelaskan, sejak awal musim hujan Oktober lalu, langkah antisipasi sudah dilakukan. Posko bencana telah dibentuk di berbagai daerah. Lokasi evakuasi dan pengungsian juga telah disiapkan.

Menurutnya, beberapa kabupaten/kota berada pada status waspada, siaga, hingga awas. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor perlu diantisipasi. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat.

Baca Juga: Ramadhan, Algoritma, dan Komodifikasi Atensi

BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Kewaspadaan penting terutama di wilayah rawan.

"Kami sangat mengimbau kepada segenap masyarakat di awal  untuk tetap waspada dan selalu siap siaga secara khusus apabila BMKG merilis suatu daerah berada pada status waspada, siaga dan awas. Walaupn demikian Tidak tertutup juga untuk kabupaten/kota lainnya," ungkap Amson Padolo.

Masyarakat di zona rawan diminta menyiapkan langkah darurat. Dokumen penting dan barang berharga sebaiknya diamankan lebih awal. Anak-anak dan kelompok rentan harus menjadi prioritas.

Jika terjadi kondisi darurat, warga diminta segera menuju tempat pengungsian aman. Hindari lokasi rawan longsor dan banjir. Keselamatan keluarga menjadi hal utama.

BPBD juga meminta masyarakat segera menghubungi unit rescue atau pemerintah setempat jika membutuhkan bantuan. Laporan cepat akan mempercepat penanganan di lapangan.

Baca Juga: Atase Arab Saudi Jadi Pembicara Ramadhan Leadership Camp, Kupas Akhlak Muslim dalam Bekerja

Diketahui, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan selama tiga hari (25-27 Februari 2026).

Peringatan dini tersebut memetakan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan berada dalam level waspada dan siaga.

Pada 25 Februari 2026, peringatan dini mencakup sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dengan level waspada dan siaga. BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di beberapa wilayah.

Level waspada hujan sedang hingga lebat terjadi di Kota Parepare, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Maros, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sementara level siaga hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Barru. 

Baca Juga: Bona Fide Bagian 6: Membungkus Kedermawanan

Memasuki 26 Februari 2026, level waspada diprakirakan terjadi di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Luwu Timur.

Angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian timur, barat, dan selatan. Nelayan dan pengguna jalan diminta berhati-hati.

Pada 27 Februari 2026, level waspada hujan sedang hingga lebat diprediksi melanda Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Bulukumba.

Untuk level siaga, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bantaeng. Potensi banjir dan tanah longsor perlu diantisipasi. ***