POJOKSULSEL, MAKASSAR - Bupati Maros, Chaidir Syam, resmi menyandang gelar doktor Ilmu Politik usai menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (11/2/2026).
Gelar tersebut menjadikan Chaidir Syam, sebagai satu-satunya kepala daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil meraih dua gelar doktor. Sebelumnya, pada 2024 lalu, ia telah lebih dulu meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Sidang promosi doktor Chaidir Syam turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto yang bertindak sebagai penguji eksternal.
Dalam disertasinya, Chaidir mengangkat judul “Partai Politik dalam Perspektif Demokrasi: Studi Fenomena Calon Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros Tahun 2024.”
Penelitian tersebut mengulas fenomena calon tunggal dalam Pilkada Maros 2024, di mana Chaidir maju berpasangan dengan Muetazim Mansyur sebagai satu-satunya kandidat. Kondisi itu terjadi setelah rencana duet dengan Suhartina Bohari batal karena tidak lolos tes kesehatan.
Baca Juga: Pesan Jusuf Kalla Tentang Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat-Jaga Harmoni Lingkungan
Dalam sidang tersebut, Bima Arya menyoroti substansi demokrasi dalam fenomena calon tunggal. Ia meminta Chaidir menjelaskan strategi penguatan kualitas demokrasi di Kabupaten Maros.
“Bagaimana seorang Bupati Maros bisa menguatkan substansi demokrasi di daerahnya, karena tadi sudah diakui bahwa fenomena calon tunggal berpotensi melemahkan demokrasi,” ujar Bima.
Ia mengaku menyempatkan hadir di tengah padatnya agenda kenegaraan. Bahkan, ia harus meminta izin khusus kepada Menteri Dalam Negeri untuk dapat menjadi penguji dalam sidang tersebut.
“Sebenarnya hari ini saya ada rapat koordinasi bencana di Sumatera. Saya harus izin kepada Pak Mendagri untuk menjadi penguji di Unhas. Saya tentu akan memberikan kritik, masa sudah jauh-jauh hanya memberikan saran saja kepada Pak Bupati,” katanya.
Suasana sidang sempat haru saat Chaidir Syam menyampaikan sambutan. Ia tampak berkaca-kaca mengenang almarhum ayahnya, Andi Syamsuddin, yang disebutnya memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan semangatnya menempuh pendidikan.
Baca Juga: Nama-Nama 40 Ketua UKM Unhas 2026, FISIP Terbanyak Pimpin Unit Kegiatan Mahasiswa
“Semoga Allah menempatkan beliau bersama orang-orang beriman,” ucapnya dikutip rilis Humas Pemkab Maros.
Chaidir juga menyampaikan rasa terima kasih kepada ibundanya, Hj Andi Nadjemiah, yang telah membesarkan dan mendukungnya hingga meraih pendidikan tinggi.
“Ibu yang membesarkan hati dan semangat saya. Beliau selalu menasihati bahwa apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita petik di kemudian hari,” ungkapnya.
Apresiasi turut ia sampaikan kepada sang istri, Ulfiah Nur Yusuf, yang disebutnya menjadi penyemangat utama dalam menyelesaikan studi doktoralnya.
“Istri saya yang terus mendorong saya untuk menyelesaikan studi ini. Saya hampir menyerah, tetapi beliau terus memberi semangat,” tuturnya.
Dengan capaian tersebut, Chaidir menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Maros, sebagaimana substansi penelitian yang ia angkat dalam disertasinya. ***




