POJOKSULSEL, MAKASSAR - KH Hasan Basri menceritakan harus menghapal 3 juz dalam waktu 15 hari untuk mengikuti MTQ Internasional di Mekkah, Saudi Arabia.
KH Hasan Basri mengatakan, syarat untuk mengikuti MTQ Internasional di Mekkah, yaitu menghapal 3 juz.
Sehingga, KH Hasan Basri mengebut hapalan dalam waktu 15 hari untuk memenuhi persyaratan 3 juz di ajang MTQ Internasional di Mekkah.
Baca Juga: SMA Islam Athirah Bukit Baruga Luncur 12 Website dan 16 Buku Karya Siswa. Keren Lho!
"Saat itu tahun 1981 saya harus siap berangkat ke Saudi, dengan catatan harus menghapal 3 juz," katanya dalam podcast seri #66 Panrita melalui YouTube Kemenag Polman.
"Dalam waktu yang 15 hari, terpaksa saya harus paksakan diri menghapal 3 juz, karena menjadi persyaratan. Karena di Mekkah itu harus dites. Alhamdulillah saya bisa lolos, saya bisa hafal itu dalam waktu 15 hari" ungkap Annangguru Hasan Basri
Ia mengatakan, MTQ Internasional di Mekkah Arab Saudi berlangsung selama 12 hari. Diikuti oleh 72 negara dengan junlah peserta kurang lebih 200 orang.
Baca Juga: Profil Anwar Jaya Husain, Nakhoda Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Jeneponto 2024-2029
Ustaz Hasan, sapaan akrab Annangguru Hasan Basri menyampaikan tantangan MTQ Internasional di Arab Saudi yang memiliki metode yang berbeda.
Yaitu, surah yang dibaca ditentukan oleh dewan hakim saat peserta sudah berada di atas mimbar.
"Di sana MTQ itu beda dengan di sini. Kalau di sini sudah ada maqra yang diatur," katanya.
Baca Juga: Profil Abd Rahman Buhnadi, Ketua Terpilih Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Sulsel
Kemudian, tidak ada nomor peserta hingga tidak ada jadwal lomba. Sehingga, peserta harus siap sewaktu-waktu dipanggil untuk tampil.
"Pokoknya setiap hari harus standby kalau kalau nanti tiba-tiba kita yang dipanggil. Jadi hadir semua setiap hari," ujarnya.
Ustaz Hasan pun mengamati proses yang dialami oleh setiap delegasi yang telah tampil.
Ustaz Hasan sendiri adalah peserta yang tampil terakhir di hari ke 12. Sehingga, dirinya punya banyak waktu mengamati peserta MTQ dari negara lain.
Ia mengatakan, tidak sedikit peserta yang kewalahan. Tidak menemukan ayat yang diminta dewan hakim untuk dibaca.
Baca Juga: Deklarasi Istiqlal: Kolaborasi Umat Beragama untuk Kemanusiaan
Bahkan, banyak peserta yang salah baca. Aturan MTQ di Mekkah, jika salah baca. Maka akan ditegur oleh dewan hakim dan peserta harus memperbaiki kembali bacaannya.
"Karena prinsipnya (dewan hakim) tidak boleh membaca Alquran salah," ujarnya.
Annangguru Hasan Basri mengakui jika sempat salah baca saat tampil. Namun, ia cepat menyadari itu.
Baca Juga: IAIN Parepare Umumkan 300 Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah Tahun 2024. Berikut Rinciannya!
Sehingga, ia segera memperbaiki bacaannya sebelum ditegur oleh dewan hakim.
Saat itu, Annangguru Hasan Basri diminta membacanya suraf Ash-Shaffat.
"Saya langsung Ash-Shaffat, sya sudah perkirakan itu, sudah di otak saya itu Ash-Shaffat, kira-kira di sekitar ini, halaman sekian," katanya.
Baca Juga: Anwar Jaya Husain Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Jeneponto, Ini Target Perdananya!
Ia mengatakan, sebuah keuntungan tampil terakhir di MTQ Internasional Mekkah, karena punya waktu mempelajari situasi dan kondisi selama 11 hari sebelumnya. ***




