POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menjadi penceramah tarawih 15 Ramadan di Masjid Al Markaz Al Islami, Rabu (4/3/2026) malam.

Ali Yafid menyampaikan ceramah Ramadan di hadapan ribuan jemaah tarawih Masjid Al Markaz Al Islami dengan tema Akhlak Bertetangga.

Menurut Ali Yafid, akhlak dalam bertetangga adalah salah satu pondasi kerukunan dan keharmonisan hidup manusia.

Sebab, tetangga merupakan orang yang paling dekat secara sosial dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau keluarga dekat itu saudara, sepupu, orang tua," kata Ali Yafid.

Baca Juga: Pemkab Maros Belum Alokasikan THR PPPK Paruh Waktu, ASN Dipastikan Cair Rp30 Miliar

Ia menjelaskan, tetangga adalah orang yang pertama hadir memberikan bantuan saat dalam masa-masa sulit.

Ia menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial antarwarga.

Allah telah menyempurnakan agama ini. Aturan tentang pribadi, rumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semuanya lengkap.

Hadis-hadis Rasulullah SAW sangat memperhatikan kehidupan sosial agar terbangun masyarakat yang harmonis.

Menurut Ali Yafid, indahnya kehidupan adalah ketika tetangga saling menghormati dan menghargai.

Baca Juga: Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik di Pasar Terong, Munafri Arifuddin Klaim Masih Wajar

Sebaliknya, kehidupan menjadi tidak nyaman apabila di lingkungan sekitar tidak ada kepedulian dan rasa hormat.

Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Hanya orang yang benar-benar beriman yang mampu menjaga dan menghormati tetangganya.”

Kakanwil juga memaparkan beberapa hak tetangga sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, yaitu jika tetangga meminta tolong dan mampu membantu, maka tolonglah.

"Suatu saat kita pun bisa berada pada posisi membutuhkan pertolongan mereka.” ulasnya

Ia melanjutkan, jika tetangga meminjam sesuatu dan kita mampu, hendaknya dipinjamkan.

Kalau tidak mampu meminjamkan, sampaikan dengan kata-kata yang baik dan menyenangkan.

Jangan sampai kita menolak dengan ucapan kasar yang menyakiti hati.

Baca Juga: BHR 2026 Makin Besar, Grab Tambah Program Umrah untuk Pengemudi

"Bertetangga itu harus saling memberi dan saling menerima," katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak memiliki rasa hasad (iri hati) terhadap tetangga. Hasad memakan kebaikan seperti api membakar kayu kering.

"Ketika tetangga mendapatkan nikmat, kita wajib bersyukur dan ikut berbahagia, bukan berburuk sangka," pesan Ali Yafid.

Bahkan dalam hal sederhana, Rasulullah SAW mengajarkan untuk berbagi makanan.

“Jika kamu memasak makanan berkuah, perbanyaklah kuahnya agar bisa berbagi dengan tetangga. Ini menunjukkan betapa detailnya Islam mengatur hubungan sosial.”

Baca Juga: Struktur Ditjen Pesantren Disiapkan, Kemenag Jawab Kebutuhan Pengembangan 42 Ribu Pesantren

Ia mengingatkan bahwa ibadah ritual tanpa menjaga hubungan sosial dapat mengurangi nilai keimanan seseorang.

Ia menjelaskan, ada orang rajin salat dan puasa, tetapi menyakiti tetangganya. Rasulullah SAW menyebut orang seperti itu sebagai penghuni neraka.

Sebaliknya, ada yang ibadahnya sederhana, tetapi tidak pernah menyakiti tetangga, itu justru penghuni surga.

Ia menegaskan bahwa banyak jalan menuju surga, termasuk melalui kepedulian sosial.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung salah satu program prioritas Kementerian Agama RI, yakni Ekoteologiyang digagas Menteri Agama.

Menurut Ali Yafid, ekoteologi mengajarkan manusia melihat alam dan sesama sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.

Jangan hanya melihat pohon, hewan, atau tetangga sebagai objek semata.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan Strategi Ini Jaga Pasokan dan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Idul Fitri

"Lihatlah siapa di balik semua itu, yaitu Allah SWT. Semua ciptaan-Nya bertasbih dan harus kita hormati," ungkapnya.

Mengakhiri ceramahnya, Kakanwil mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial.

Ia menegaskan, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membangun kepekaan sosial terhadap orang-orang sekitar, terutama tetangga dan kaum duafa.

"Semua kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya," ujarnya

Ia juga mengingatkan bahwa setiap amal tergantung niatnya. Ia mengajak untuk maksimalkan sisa hari Ramadan ini dengan ibadah yang tulus.

Baca Juga: Polres Gowa Bagi Helm dan Edukasi Pengendara, Aldy Sulaeman: Keselamatan Prioritas Utama!

"Agar Allah SWT menganugerahkan pahala dan surga-Nya kepada kita semua," kata Ali Yafid. ***