POJOKSULSEL, MAKASSAR - Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menjelaskan skema mitigasi bencana dalam menghadapi puncak musim hujan bulan Maret dan April.
Andi Abdullah Rahim mengatakan, Pemkab Luwu Utara sudah memetakan wilayah-wilayah rawan bencana pada puncak musim hujan di bulan Maret dan April.
"Juga sudah membuat daerah-daerah untuk melakukan evakuasi dini, saat terjadi bencana," kata Andi Abdullah Rahim kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (17/3/2025).
Baca Juga: Pemkab Maros Siapkan Anggaran Rp35 Miliar Bayar THR PNS dan PPPK
Ia mengatakan, daerah rawan banjir sepeti Baebunta Selatan, Malangke Barat, dan wilayah sungai Baliase di daerah Tolada.
Sementara, daerah rawan longsor ada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rongkong dan Kecamatan Seko.
"Sekarang alat berat kita sudah standby semua di tempat-tempat rawan bencana, rawan longsor sudah ada, di sungai itu sudah ada alat berat," kata Andi Abdullah Rahim.
Baca Juga: Ratusan Tenaga Kebersihan, Pemandi Jenazah Serta Imam Desa di Maros Terima Zakat Baznas
Selain itu, Pemkab Luwu Utara juga sudah mempersiapkan anggaran kalau sewaktu-waktu wilayah ada wilayah yang mengalami bencana.
Pada kesempatan yang sama, Andi Ibrahim Abdullah akan melakukan penggalian alur sungai di wilayah Tolada.
"Kita akan melakukan pengerukan dan tadi Pak Gubernur baru saja menyerahkan bantuan kepada kita dana tanggap darurat," katanya.
Baca Juga: Puluhan Perwira Masuk Mutasi Polri Maret 2025 di Polda Sulsel, Ini Daftar Nama-Namanya
Ia menjelaskan, Pemkab Luwu Utara melakukan usaha-usaha pengerukan di wilayah sungai dan membuat alur jalan di beberapa tempat di wilayah longsor.
"Kalau dari provinsi dikasi kita Ro500 juta," katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Prof Dwikorita Karnawati berkoordinasi dengan Sekda Sulsel Jufri Rahman terkait pemetaan daerah rawan bencana di Sulsel periode mudik lebaran.
Dwikorita Karnawati mengatakan, periode mudik lebaran di Sulsel bertepatan dengan puncak musim hujan Maret dan April di sejumlah wilayah.
Dwikorita Karnawati menjelaskan, puncak musim hujan bulan Maret dan April terjadi di bagian Utara Sulsel, yang bertepatan periode mudik lebaran.
Baca Juga: Gara-gara Ini Sitti Sutinah Suhardi Minta Maaf di Tapalang Barat, Janji Koordinasi ke Pemprov Sulbar
Ia menyebutkan sejumlah daerah seperti Toraja, Luwu, Enrekang, dan Bone. Termasuk wilayah Timur Tenggara.
"Di wilayah utara, dikhawatirkan terjadi banjir bandang dan longsor, yang juga terdapat jalur mudik," kata Prof Dwikorita dilansir rilis Humas Pemprov Sulsel. ***




