POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menjadikan nilai tes kemampuan akademik (TKA) sebagai pembanding dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.
Hal itu disampaikan Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa saat sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Lantai 8 Rektorat, Selasa (20/1/2026).
"Nilai TKA (tes kemampuan akademik) yang dilakukan Kemendikdasmen. Kita akan jadikan sebagai pembanding, referensi. Tapi bukan penentu," kata Jamaluddin Jompa.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unhas Prof. Muhammad Ruslin mengaku banyak menerima keluhan dari sekolah terkait proses pelaksanaan TKA yang belum seragam.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Kucurkan Rp2,5 Miliar Anggaran Operasional Pencarian ATR 42-500
Prof. Ruslin mengatakan, banyak guru yang mengeluhkan pelaksanaan TKA yang belum seragam.
Ia mencontohkan, ada pelaksanaan TKA yang pengawasannya sangat ketat. Tapi di sisi lain ada juga pelaksanaan TKA yang tidak ketat.
Atas dasar itu, sehingga Unhas memutuskan hanya akan menjadi nilai TKA sebagi pembanding pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Ruslin menjelaskan kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 di Unhas.
Baca Juga: Pemkot Parepare Temukan Pelanggaran Pembangunan Perumahan Mario Pesona
Ia mengatakan, kuota seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP) miniman 20 persen.
Sementara kuota untuk jalur seleksi nasional berbasis tes(SNBT) minimal 30 persen.
Adapun kuota seleksi mandiri untuk kampus PTNBH maksimum 50 persen.
Menariknya, Unhas tidak menggunakan kota maksimum untuk jalur seleksi mandiri. Melainkan hanya di angka 19.23 persen.
"Hanya memanfaatkan kuota mandiri 19,23 persen. Ini turun 19,56 persen di tahun 2025," katanya.
***




