POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tudingan bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah kapal yang beroperasi di kawasan Sungai Tallo, Kota Makassar tidak benar.
Hingga saat ini, aktifitas kapal di bawah jembatan tol Ir. Sutami Sungai Tallo hanya untuk kegiatan memancing dan mengangkut air bersih.
"Kapal-kapal di sini digunakan untuk memancing dan mengangkut air bersih, untuk kebutuhan kapal di tengah laut," ujar salah satu Pemilik Kapal, H. Tiar, di area Kawasan Sungai Tallo, Sabtu (2/5/2026).
Lebih lanjut, H. Tiar menegaskan, selama kapalnya bermukim di Kawasan Sungai Tallo, dirinya tidak pernah melihat satupun kapal melakukan aktifitas bongkar muat BBM bersubsidi jenis solar.
Baca Juga: Andi Amran Sulaiman Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum IKA Unhas Periode 2026-2030
"Tidak ada itu, coba tunjukkan saya yang mana kapal yang dimaksud lakukan bongkar muat solar. Jadi hati-hati sebar informasi tanpa ada bukti. Kami juga di sini merasa tertekan dengan adanya informasi liar seperti ini," tegas H. Tiar.
Ia juga menekankan kepada oknum yang melakukan tindakan tersebut agar tidak menyebarkan informasi palsu alias hoaks.
Sebab, di kawasan ini pengelola dan kru kapal, murni mencari nafkah dengan memancing ikan di laut serta mengangkut air bersih, tidak ada aktifitas lainnya.
"Jadi keliru jika ada tuduhan aktifitas kapal di kawasan Sungai Tallo mengangkut BBM bersubsidi. Itu saya pastikan tidak ada sama sekali. Kapal di sini murni dipakai mancing dan muat air bersih saja,” tegasnya.
Baca Juga: Andi Amran Sulaiman Ungkap Kekuatan Jaringan IKA Unhas, Sudah Terbentuk di Eropa dan Jepang
Hal senada dikemukakan, masyarakat di kawasan Sungai Tallo Soleh Dg Nai. Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah melihat aktifitas kapal yang mengangkut BBM Subsidi melintas maupun bongkar muat di kawasan Sungai Tallo.
Sebab, dirinya sudah puluhan tahun hanya melihat bongkar muat ikan dan air bersih dalam jerigen.
"Tidak pernah ka lihat ada bongkar muat BBM disini. Yang ada palingan bongkar muat ikan atau kah angkut air bersih," ujar warga yang bermukim di bawah jembatan Tol Ir. Sutami itu. ***




