POJOKSULSEL, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan (BPBD Sulsel) melakukan berbagai antisipasi dalam menghadapi kekeringan di Sulsel.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo mengatakan, pihaknya menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Kita mengaktifkan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan jajaran terkait itu bagaimana mengamankan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (26/7/2024) siang.

Baca Juga: Lagu Indonesia Raya Mulai Dinyanyikan di RSUD Andi Makkasau Parepare 2 Kali Sehari

Selain itu, Amson Padolo juga mewanti-wanti pengaktifan titik-titik embung air sebagai penampungan air.

Hal lain yang dilakukan BPBD Sulsel dalam mengantisipasi kekeringan, lanjut Amson Padolo, yaitu memaksimalkan potensi modifikasi cuaca.

"Kita akan laksanakan dengan BNPB sehingga turun hujan di beberapa khususnya kantong kantong air untuk kebutuhan air minum dan bendungan," ujar mantan Kadis Kominfo SP Sulsel itu.

Baca Juga: Kukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 38 Kades, Basli Ali Ingatkan Tentang Amanah

BPBD Sulsel juga sementara memaksimalkan pembuatan sumur bor untuk mengantisipasi kekeringan.

"Kan tahun lalu kita buat sumur bor yang berfungi, di daerah permukiman sehingga mengatasi krisis air," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Amson Padolo memberi perhatian pada antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Akbar Ali: Pelabuhan Nusantara Parepare Siap Raih Penghargaan Pelabuhan Sehat

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Sebab, pembukaan lahan dengan cara membakar akan berpotensi mengakibatkan terjadinya rembesan kebakaran.

"Kita juga mengimbau agar menyampaikan segera ke pemerintah setempat apabila melihat adanya potensi kebakaran," pungkasnya.

Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Rizky mengatakan, saat ini sudah terdapat beberapa wilayah yang sudah memasuki musim kemarau, dan sudah bergeser ke beberapa wilayah lainnya.

Sampai pada bulan juli ini, daerah yang sudah mengalami kemarau itu sebagian wilayah Parepare sampai Jeneponto.

Baca Juga: Bank Mandiri Dukung Digitalisasi UMKM Naik Kelas di Festival 8 Makassar 2024

“Untuk wilayah yang sudah memasuki kemarau itu wilayah barat dan selatan Sulsel, itu mulai dari sebagian Parepare hingga jeneponto,” tuturnya.

Ia menjelaskan, di Sulsel yang lebih dulu mengalami kemarau adalah wilayah selatan yang meliputi, kabupaten Bulukumba dan sekitarnya. Lalu bergerak ke wilayah barat Sulsel yaitu Makassar dan sekitarnya.***