POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Warga Kota Makassar mengeluhkan cuaca panas yang terasa dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Farid Mufti menampik cuaca panas yang terjadi di Kota Makassar akibat gelombang panas atau heat wave.

Baca Juga: Bupati Luwu Utara Tenerima Kunjungan Belajar TK Islam Terpadu Ulil Al-baab Masamba

Farid mengatakan secara umum Indonesia tidak mengalami gelombang panas, karena cuaca panas yang terjadi saat ini tidak memenuhi karakteristik dan indikator statistik gelombang panas.

Baca Juga: Pesan Penting Bupati Indah Saat Melepas 241 Calon Haji Luwu Utara

Menurut Farid, suhu panas yang dirasakan oleh masyarakat Kota Makassar karena saat ini Indonesia tengah memasuki peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Baca Juga: Festival Budaya Ma’rampe-Rampe Sukses Digelar, Bupati Indah Harap Jadi Penguat Pengembangan Budaya

Di mana, disebabkan karena pemanasan permukaan akibat kurangnya pembentukan awan dan curah hujan.

“Kondisi gerah yang dirasakan masyarakat juga umum terjadi pada periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sebagai dampak kombinasi pemanasan permukaan dan kelembaban yang masih relatif tinggi,” kata Farid.

Baca Juga: Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani Minta PPID Dioptimalkan Hingga Tingkat Sekolah

Farid pun menyebut untuk suhu 30 hingga 36 derajat celcius yang dialami di Kota Makassar merupakan suhu normal.

Ia mengatakan suhu dapat dianggap ekstrem jika lebih dari 3 derajat Celsius di atas suhu rata-rata.

Baca Juga: Putri GenRe Kota Parepare Juara I di Provinsi, Bakal Diutus ke Tingkat Nasional

“Di Sulawesi Selatan, suhu 40 derajat Celsius sudah bisa dikategorikan sebagai ekstrem,” jelas Farid. ***