POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares kembali meluapkan keluhan terhadap wasit BRI Liga 1 2023/2024. Nampaknya ia masih kesal dengan hasil yang diraih pada laga sebelumnya.
Seperti diketahui, PSM Makassar mengalami kekalahan dari Borneo FC 1-0 pada laga pekan ke 13 BRI Liga 1 2023/2024. Gol tunggal tuan rumah dicetak lewawt penalti.
Pelatih asal Portugal itu pun mengaku masih belum bisa terima kekalahan 0-1 dari Borneo FC di peka sebelumnya.
“Jadi coba perhatikan, pertadingan lawan Borneo, gol yang dicetak seharusnya tidak perlu penalti,” ungkapnya.
Bernardo Tavares pun menyoroti kinerja wasit yang akan memimpin laga PSIS Semarang vs PSM Makassa, pada laga pekan ke 14 BRI Liga 1 2023/2024.
Baca Juga: Hadapi Jadwal Padat, Bernardo Tavares Bandingkan Waktu Recovery PSIS Semarang dan PSM Makassar
Pelatih Bernardo Tavares mengaku dirinya sudah mengetahui siapa wasit yang akan memimpin pertandingannya timnya menghadapi PSIS Semarang, meski belum dirilis di laman resmi Liga 1.
Di laga PSIS Semarang vs PSM Makassar nantinya, wasit Agus Fauzan yang ditunjuk memimpin pertandingan.
Ia menyebut wasit yang memimpin pertandingan PSIS Semarang vs PSM Makassar merupakan wasit yang sama ketika timnya bermain menghadapi Persija Jakarta dan PSS Sleman.
Baca Juga: Jadwal Lengkap 6 Pertandingan Tersisa PSM Makassar di Putaran pertama BRI Liga 1 2023/2024
Menurutnya wasit yang memimpin dua laga tersebut sering merugikan timnya di beberapa momen sehingga mereka gagal membawa pulang poin penuh.
"Saya sudah tahu siapa yang akan memimpin pertandingann. Wasit yang sama yang memimpin laga Persija vs PSM. Dimana pemain kami Yance ditendang, ada 4 wasit tidak sesorang pun dari merkea melihat kejadian itu, tetap berlanjut dan Persija mencetak gol mereka,” kata Bernardo Tavares di sesi konferensi pers jelang laga, Jumat (29/9/2023).
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke 14 BRI Liga 1: PSIS vs PSM Makassar, Madura United vs Borneo FC
Ia menegaskan, agar wasit yang melakukan kesalahan saat memimpin pertandingan dijatuhi sanksi. Sebab, tim tim bisa saja dirugikan jika kesalahan dilakukan berulang ulang.
“Saya sudah berulang kali katakan, kalau kompetisi Indonesia mau lebih baik, harus ada yang menganalisa performa wasit. karena kalau pemain tidak bagus, mereka juga akan mendapatkan konsekuensi,” pungkasnya. ***



