POJOKSULSEL, MAKASSAR - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (BBPJN Sulsel), menyiagakan 17 posko saat mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, mengatakan, seluruh posko dipastikan rampung pada 10 Maret 2026. Posko BBPJN itu akan terus memantau perkembangan kemantapan jalan selama mudik lebaran Idul Fitri.
"Kalau posko itu kita sudah siapkan dari sepanjang ruas jalan nasional nanti tersedia posko sebanyak 17 posko," kata Kepala BBPJN Sulsel kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah peralatan tanggap darurat akan disiapkan di setiap posko BBPJN Sulsel, seperti alat penutup lubang, mobil pikap maupun dump truck.
Tidak hanya itu, alat berat seperti ekskavator juga akan disiapkan di sejumlah posko ruas jalan nasional yang untuk mengantisipasi kondisi emergensi seperti longsor.
"Alat-alat beratnya itu kita sediakan ada 67 yang tersebar di sepanjang ruas jalan nasional dan ada sekitar 7 unit ada di kantor balai," kata Indra Cahya Kusuma.
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa kemantapan ruas jalan nasional menyambut mudik lebaran Idul Fitri tahun 2026 sudah di atas 95 persen.
Meski demikian, Indra Cahya Kusuma, tetap memberikan perhatian ekstra terhadap kemantapan ruas jalan nasional selama musim mudik 2026.
Terlebih pada ruas jalan nasional di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkep, yang sebelumnya paling banyak berlubang.
"Hanya ada beberapa ruas yang memang saat ini membutuhkan ekstra perhatian dari para PPK Satker selaku manajer dan sub-manager ruas," katanya.
Ia mengatakan, ada dua faktor yang dapat memicu lubang baru di ruas jalan nasional, yaitu cuaca ektrem dan tingginya lalu lintas truk ODOL.
Berdasarkan data peringatan dini BMKG, Sulsel akan kembali dilanda cuaca ekstrem mulai 10-12 Maret 2026. Curah hujan di atas 50-100 milimeter per hari, diprediksi akan terjadi di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Gowa.
"Ini semua dari tanggal 10 Maret sampai dengan 12 Maret. BMKG sudah mengeluarkan warning di siaga curah hujan. Jadi hujannya sangat lebat di atas 50 sampai 100 mm per hari," katanya.
Sementara itu, tingginya pengoperasian truk ODOL menjelang mudik lebaran dapat menjadi pemicu lubang baru di ruas jalan nasional. Tercatat, ada 300 mobil ODOL beropeasi setiap hari di jalan nasional.




