POJOKSULSEL, MAKASSAR - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (BBPJN Sulsel), menjelaskan kemantapan jalan nasional, menjelang mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma memastikan bahwa kemantapan jalan nasional di Sulawesi Selatan itu sudah di atas 95 persen.

"Secara umum dari panjang 1740 km Jalan Nasional, kita sebetulnya kemantapannya sudah di atas 95 persen," kata Indra Cahya Kusuma kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/3/2026).

Meski demikian, BBPJN Sulsel memberikan perhatian ekstra terhadap sejumlah ruas jalan nasional, yang banyak terdapat lubang. Khususnya di Kota Makassar, Maros, dan Pangkep.

"Nah ini memang kemarin banyak terjadi lubang dan sudah ada penyedia jasanya yang bekerja sudah menutup lubang-lubang tersebut," katanya.

Baca Juga: Semangat Berbagi di Bulan Suci, Mitra Pengemudi Grab Bagikan Ratusan Takjil di Makassar

Ia menginstruksikan kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker BBPJN sebagai manajer dan sub manajer, supaya memberikan perhatian khusus ruas jalan nasional di musim mudik.

Indra Cahya Kusuma menargetkan bahwa penutupan lubang-lubang paling lambat rampung tanggal 10 Maret 2026. "Tapi kami tetap menyiagakan PPK-PPK tersebut apabila nanti terdapat lubang-lubang baru," katanya.

Pada kesempatan itu, Indra Cahya Kusuma menjelaskan, cuaca ekstrem menjadi tantangan kemantapan jalan nasional di Sulsel ke depan. seperti jalan berlubang.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, Sulsel berpotensi dilanda cuaca esktrem pada 10-12 Maret 2026. Bahkan sejumlah daerah masuk dalam kategori siaga. Intensitas hujan di atas 50-100 milimeter per hari

"Di sini wilayah potensi hujan lebat dan sangat lebat ini terutama di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, Barru," kata Indra Cahya Kusuma.

Baca Juga: Merantau Tanpa Kehilangan Identitas: Hikmah Surah Quraisy bagi Para Perantau

Selain itu, kemantapan jalan nasional Sulsel juga dipengaruhi tingginya lalu lintas harian truk ODOL (over dimension over laoding). Saat ini, 300 truk ODOL beroperasi setiap hati.

Indra Cahya Kusuma mengatakan, tingginya operasi truk ODOL dipicu oleh penghentian operasi sementara mulai H-7 hingga H+9 Idul Fitri 1447 Hijriah. kecuali truk BBM dan pengangkut sembako.

"Nah ini kombinasi itu semua akhirnya menyebabkan jalan di kita banyak yang muncul lubang-lubang baru, terutama yang cuaca ekstrem tadi," katanya.

***