MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan Ashabul Kahfi mengaku terkesan melihat kualitas pembangunan jalan di era Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Kesan itu muncul setelah Ashabul Kahfi melihat langsung hasil pengerjaan ruas Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar.

Menurut Ashabul Kahfi, Jalan Aroepala bukan sekadar proyek betonisasi.

Ia menilai konstruksinya memiliki standar yang berbeda dan terstruktur dibanding pekerjaan jalan beton yang pernah dilihatnya di Sulawesi Selatan.

“Sepanjang saya melihat pekerjaan jalan beton di Sulawesi Selatan, saya baru menyaksikan jalan beton yang betul-betul berstandar tinggi dan terstruktur. Barusan dalam sejarah ada proyek jalan seperti ini,” kata Ashabul Kahfi, Rabu (7/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan Ashabul saat menghadiri pelantikan pengurus PAN tingkat DPW, DPD, serta DPW dan DPD PUAN se-Sulsel di Hotel Claro Makassar.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ruas Hertasning-Aroepala menjadi salah satu proyek yang dikerjakan Pemprov Sulsel melalui skema Multi Years Project (MYP).

Pengerjaannya menggabungkan betonisasi dan pengaspalan dan kini telah rampung serta sudah dapat dilalui kendaraan.

Bagi Ashabul Kahfi, kualitas menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan infrastruktur.

Ia berharap jalan yang dibangun dengan anggaran besar tidak hanya terlihat baik ketika baru selesai, tetapi juga mampu memberikan manfaat dalam waktu panjang.

“Ini yang kita harapkan. Pembangunan bukan hanya selesai dibangun, tetapi kualitasnya juga harus dijaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” ujarnya.

Kesan Ashabul Kahfi terhadap pembangunan jalan tersebut bukan semata karena besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.

Justru, ia menyoroti hasil fisiknya.

Program MYP Pemprov Sulsel 2025-2027 memiliki total anggaran sekitar Rp3,7 triliun.

Sekitar Rp2,5 triliun di antaranya dialokasikan untuk penanganan infrastruktur jalan dengan sasaran sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi.

Besarnya anggaran itu membuat kualitas pekerjaan menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan program.

“Pembangunan melalui program MYP Rp3,7 triliun di sektor infrastruktur jalan, irigasi dan rumah sakit regional adalah ikhtiar besar untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan antardaerah,” kata Ashabul Kahfi.

Selain jalan, program tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk mendukung sekitar 54.000 hektare lahan pertanian serta pembangunan rumah sakit regional di Gowa dan Luwu.

Namun, jalan menjadi perhatian tersendiri bagi Ashabul.

Sebab, infrastruktur jalan merupakan salah satu hasil pembangunan yang paling cepat dirasakan masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas hingga konektivitas antarwilayah.