POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, meningatkan pentingnya ketahanan keluarga ribuan PPPK Pemprov Sulsel Tahap I formasi tahun 2024.
Penegasan tentang ketahanan keluarga kepada ribuan PPPK Pemprov Sulsel, disampaikan Andi Sudirman Sulaiman saat penyerahan SK secara simbolik di Lapangan Rujab Gubernur, Kamis (31/7/2025).
Bahkan, Andi Sudirman tidak segan untuk mengevaluasi PPPK Pemprov Sulsel yang bermasalah dengan ketahanan keluarga.
Baca Juga: Kenalkan 2 Doktor Baru IAIN Parepare
"Pesan khusus dari ibu PKK, tolong ketahanan keluarga, kenapa? Banyak sekali laporan dari Pengadilan Agama, saya bisa evaluasi nanti SKnya," ungkapnya.
Ia menegaskan, sanksi terberat bagi PPPK yang mengabaikan ketahanan keluarga adalah pemberhentian.
"Saya tidak mau kemudian keluar SKnya kemudian lain-lain gayanya," ujarnya saat sambutan.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Sugiarto Bagikan Momen Naik Teman Bus di Kota Makassar
Sementara itu, Plt Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding mengatakan, sebanyak 6.371 orang dinyatakan memenuhi syarat dan mendapatkan persetujuan teknis penetapan nomor induk dari BKN.
"Serta telah diangkat sebagai PPPK dengan SK Gubernur Sulsel terhitung mulai taggal (TMT) 1 Juli 2025," kata Erwin Sodding dalam laporannya.
Adapun rinciannya adalah tenaga Guru 771 orang, tenaga kesehatan 61 orang, dan tenaga teknis sebanyak 5.539 orang.
Baca Juga: Profil Nataniel, Mahasiswa Unsulbar Berhasil Taklukkan Beasiswa Pertamina Gas Negara
Saat ini, kata Erwin Sodding, masih terdapat 248 orang peserta belum mendapatkan persetujuan penetapan nomor induk dari BKN.
"Yang dikarenakan masih dalam proses validasi dan perbaikan data serta dokumen," tambahnya,
Ia melajutkan, dari jumlah tersebut, ada tiga orang yang Perteknya dipastikan tidak akan dikeluarkan BKN.
"Dipastikan tiga orang tidak mendapatkan nomor induk, dikarenakan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengundurkan diri," katanya.
Ia mengatakan, masa hubungak kerja Pemprov Sulsel dengan PPPK ditetapkan paling lama lima tahun dan paling singkat satu tahun.
***




