POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman dan enam jenderal TNI-Polri melaksanakan deklarasi damai, di Makodam XIV Hasanuddin, Minggu (31/8/2025)

Enam jenderal yang ikut deklarasi damai, yakni Mayjen TNI Windiyatno yang juga inisiator kegiatan, Irjen Pol Rusdi Hartono, Laksda Andi Abdul Azis, Mayjen TNI Bangun Nawoko, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, dan Brigjen TNI Andi Anshar.

Deklarasi damai melibatkan Forkopimda Sulsel, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, organisasi kemasyarakat (Ormas) dan OKP se-Sulsel.

Baca Juga: Wali Kota Parepare, Tasming Hamid Imbau Warga Tetap Tenang di Tengah Isu Nasional

adir pula Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Kajati Sulsel Agus Salim, hingga Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian Sulsel.

“Komitmen bersama seluruh Forkopimda Sulsel, rektor, aktivis, OKP, ormas, tokoh agama, ojol dan tokoh masyarakat melakukan Deklarasi Menjaga Sulsel Damai," ucapnya.

Baca Juga: Keluarga Beber Kronologi Lengkap Dandi Tewas Jadi Korban Massa Unjuk Rasa di Makassar

Menurut Andi Sudirman Sulaiman, Deklarasi Menjaga Sulsel Damai adalah langkah penting untuk menjaga bersama kondusifitas wilayah.

"Saya berharap seluruh masyarakat mendukung aksi damai ini. Kita berkomitmen bersama untuk Sulsel yang damai,” ujarnya.

Deklarasi Menjaga Sulsel Damai diharapkan menjadi tonggak komitmen bersama dalam menjaga persatuan, mencegah konflik sosial, serta memperkuat harmoni di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Ayah Ungkap Kondisi Satpol PP Korban Demo Ricuh DPRD Makassar: Mohon Doa untuk Budi Haryadi!

Deklarasi damai ditandai dengan penandatanganan bersama Unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta organisasi masyarakat (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Sulsel.

Maklumat Deklarasi Damai

1. Meneguhkan Persatuan, berkomitmen menjaga Sulsel sebagai rumah bersama dengan mengedepankan nilai persatuan persaudaraan dan kebinekaan.

2. Menolak segala bentuk kekerasan, menolak dengan tegas segala bentuk provokasi ujaran kebencian, hoax serta tindakan kekerasan yang dapat memecah belah masyarakat.

3. Mengutamakan dialog dan musyawarah, menghadapi perbedaan pandangan dengan jalan musyawarah, komunikasi terbuka serta solusi damai sesuai dengan semangat demokrasi dan konstitusi

4. Bersinergi dalam menjaga kondusifitas Forkopimda bersama tokoh agama, masyarakat , aktivis, dan kampus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, ketertiban serta harmoni sosial di Sulsel.

5. Menjaga netralitas dan kebersamaan, menjunjung tinggi netralitas dalam menghadapi dinamika sosial dan politik serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

6. Meneguhkan peran pemuda dan akademisi, memberi ruang bagi pemuda, mahasiswa, dan akademisi untuk menyuarakan gagasan solutif, kritis dan konstruktif demi masa depan sulsel dan indonesia yang lebih baik.

***