POJOKSULSEL, MAKASSAR - Plh Sekprov Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, mengungkap bahwa Pemprov Sulsel sedang fokus pada budidaya pisang.

"Kita (Pemprov Sulsel) mau menjadikan Sulawesi Selatan ini sebagai provinsi pisang. Target kita 500 ribu hektare," kata Andi Muhammad Arsjad pada Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Sipakalebbi, Balaikota Makassar, Jumat (24/11/2023).

Andi Muhammad Arsjad menjelaskan, Pemprov Sulsel menggandeng perguruan tinggi untuk budidaya pisang. Kerja sama juga dilakukan denagn OJK, perbankan, untuk penyediaan KURnya. Kerja sama PTPN untuk pemenuhan lahannya.

Baca Juga: Kalahkan Persikabo 1973, PSM Makassar Naik ke Peringkat 10 Klasemen BRI Liga 1

"Ini yang dilakukan pemerintah provinsi, dan ini kita minta pemerintah kabupaten kota untuk mengalokasikan anggaran untuk mendukung itu termasuk desa," kata Andi Muhammad Arsjad.

Andi Muhammad Arsjad memaparkan strategi Pemprov Sulsel mengembangkan ketahanan pangan di hadapan utusan khusus Presiden RI Bidang Kerjasama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhammad Mardiono.

Dalam paparannya, Andi Muhammad Arsjad menyampaikan kondisi ketahanan pangan di Sulawesi Selatan berdasarkan ketersediaan, tantangan, peluang, dan juga terkait dengan program-program prioritas pemerintah Sulawesi Selatan.

Baca Juga: IMI Sulsel Gandeng Duck Speed Indonesia Gelar Kejurprov Drag Race Seri IV, Target 750 Starter

"Kalau kita berbicara kondisi ketersediaan pangan kita, ini kondisi ketersediaan beras di Sulawesi Selatan. ada 1,5 juta ton. Beda produksi dengan ketersediaan," katanya.

"Jadi ketersediaan kita ada 1,5 juta ton, kebutuhan kita itu sekitar 196 ribu ton. Jadi kita surplus sekitar 1,3 juta ton dari segi ketersediaan. Jadi insya Allah kalau Sulsel tidak ada masalah dengan pangan," ucapnya.

Terkait dengan kendala, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura ini, mengatakan kondisi iklim akhir-akhir dengan adanya badai elnino berdampak pada kondisi lahan yang kering sehingga membuat produktivitas tanaman pangan menjadi menurun.

Baca Juga: Bupati Luwu Utara Ajak Warga Ciptakan Pemilu 2024 yang Damai dan Bermartabat

Meski begitu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap membetikan perhatian yang besar dalam penguatan ketahanan pangan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah melalui program prioritas yang dicanangkan.

"Akhir-akhir ini kita diperhadapkan dengan persoalan ketahanan pangan. Kita tahu kita menghadapi badai elnino yang berdampak pada kekeringan, sehingga produktivitas kita mengalami penurunan. Sehingga tentu ini menjadi perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Andi Muhammad Arsjad menyampaikan rencana pemerintah provinsi untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai provinsi penghasil tanaman pisang. Dimana Budidaya Pisang menjadi salah satu program strategis Pemprov Sulsel dalam melaksanakan penguatan ketahanan pangan.

 

Bahkan, kata Andi Muhammad Arsjad, dalam mengembangkan program ini pemerintah provinsi telah bekerja sama dengan perguruan tinggi, perbankan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan para pelaku usaha pertanian. ***