POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pj Sekprov Sulsel Andi Muhammad Arsjad melaporkan penanganan bencana banjir dan longsor di Sulsel kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Itu disampaikan Andi Muhammad Arjad dalam rapat koordinasi penanganan darurat bencana di wilayah Sulsel dilaksanakan di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (6/5/2024). 7 kabupaten di Sulsel dilanda banjir dan longsor.
Rakor penanganan darurat bencana banjir dan kongsor di wilayah Sulsel dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Rakor tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi 8 DPR RI Ashabul Kahfi dan Ketua Komisi E DPRD Sulsel.
Baca Juga: Kanwil Kemenag Sulsel Perkuat 3 Aspek Dorong JCH Mandiri
Pj Sekprov Sulsel, Andi Muhammad Arsjad menjelaskan, beberapa kabupaten di Sulsel dilanda bencana banjir bandang dan longsor.
Banjir bandang dan longsor di Sulsel, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil tapi juga korban jiwa.
"Hingga hari ke empat beberapa daerah sudah bisa tertangani, untuk deerah terdampak tidak teelalu parah, teremasuk akses," kata Andi Muhammad Arsjad dalam sambutannya.
Baca Juga: Beredar Foto Sampah Dibakar di Stadion Gaswon, Camat Wonomulyo, Samiaji Beri Penjelasan
Namun demikian, khusus longsor yang terjadi di Kecamatan Latimojong Kabupaten Luwu sampai saat ini dari 12 desa, baru 4 desa yang bisa didistribusikan bantuan lewat udara.
Pada kesempatan yang sama, Andi Muhammad Arsjad menerangkan langkah penanganan yang sudah dilakukan.
Pemprov Sulsel sudah membentuk posko utama untuk pemenuhan pangan, obat-obatan dan air bersih.
Baca Juga: Jangan Dicoba! Jemaah Haji Simpan Air Zamzam di Koper Bakal Kena Denda, Nilainya Tidak Main-Main
Pemprov Sulsel juga melakukan koordinasi dengan balai untuk penanganan infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan putus di beberapa kabupaten.
Dirinya mengapresiasi Lanud Sultan Hasanuddin yang meminjamkan helikopter selama proses penanganan bencana di Sulsel.
"Helikopter dipakai untuk distribusi logistik dan evakuasi masyarakat di daerah terisolir," kata dia.
Tidak hanya itu, kata Andi Muhammad Arsjad, beberapa pihak sudah tyrut membantu dalam penanganan bencana.
Ia mengatakan, sudah banyak pihak yang sudah terlibat baik dari pemerintah maupun dari swasta. ***




