POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) terus memperluas jaringan internasional dengan terbentuknya kepengurusan di Eropa dan Jepang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum IKA Universitas Hasanuddin, Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Andi Amran Sulaiman, pembentukan IKA Unhas di luar negeri menjadi bukti bahwa alumni Universitas Hasanuddin kini telah bertransformasi menjadi jaringan global yang solid.

Baca Juga: JNE Content Competition 2026 Target 4.600 Peserta, Pendaftaran Dibuka Hingga 15 Juni

"Kita sudah hadir di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Jepang. Ini menunjukkan alumni Unhas sudah naik kelas menjadi kekuatan global," ujarnya.

Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perluasan jaringan ini bukan sekadar simbol keberadaan, tetapi bagian dari strategi memperkuat kontribusi alumni di tingkat global.

Ia menilai, kehadiran IKA Unhas di Eropa dan Jepang membuka peluang kolaborasi lintas negara, baik di bidang pendidikan, riset, maupun ekonomi.

Baca Juga: Resmi Dibuka, CBT IV Ma’had Al Jami’ah UIN Alauddin Dorong Mahasiswa Tangguh dan Tepat Waktu Lulus

Menariknya, ekspansi ini juga memperkuat posisi alumni sebagai penghubung antara Indonesia dan komunitas internasional.

“Ke depan, jaringan ini harus memberi manfaat nyata, bukan hanya untuk alumni, tetapi juga untuk bangsa,” katanya.

Selain memperluas jaringan, Amran juga menyoroti kontribusi konkret alumni dalam berbagai sektor. Ia menyebut alumni Unhas aktif dalam kegiatan sosial, termasuk penanganan bencana.

Baca Juga: May Day 2026 di Makassar: KSPSI Serukan Stabilitas Ekonomi untuk Kesejahteraan Buruh

Bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp15 miliar untuk Aceh, serta Rp40 miliar untuk wilayah Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan alumni tidak hanya terletak pada jaringan global, tetapi juga pada kepedulian sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman juga menyinggung banyaknya alumni Unhas yang dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan.

Beberapa di antaranya bahkan memegang peran penting dalam kabinet, termasuk di sektor pangan nasional.

Ia menilai, kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan integritas dan kinerja nyata.

Amran turut mendorong Universitas Hasanuddin agar terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan jaringan alumni global.

Menurutnya, sinergi antara kampus dan alumni di luar negeri akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.

"Kolaborasi global ini harus dimanfaatkan untuk riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia," ujarnya. ***