POJOKSULSEL, MAKASSAR - Proses penyusunan Alquran Terjemah Bahasa Makassar telah melewati tahap uji publik selama tiga hari, yaitu tanggal 3 hingga 5 November 2025 di Kota Makassar.
Tahapan uji publik Alquran Terjemah Bahasa Makassar dihadiri oleh tim dari Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan (PPBAL2K).
Selain itu, uji publik Alquran Terjemah Bahasa Makassar juga dihadiri oleh perwakilan Kanwil Kemenag Sulsel, MUI Makassar, tim penerjemah, para ulama, serta budayawan setempat.
Baca Juga: Intip Performa IAIN Parepare Jelang asesmen lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi
Uji publik merupakan tahapan ketiga dalam alur kegiatan penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah.
Tahapan uji publik bertujuan untuk menerima masukan, arahan, dan kritik konstruktif dari berbagai pihak yaitu mulai dari narasumber, ulama, hingga budayawan guna memastikan keshahihan, ketepatan makna, dan kesesuaian budaya dari hasil terjemahan.
Kapus PBAL2K, Sidik Sisdiyanto, memberikan apresiasi dan harapan kepada tim validator yang telah berhasil menyelesaikan validasi terjemah Alquran bahasa Makassar sebanyak 30 juz.
Baca Juga: Unismuh Makassar Tambah 3 Prodi Baru, Kini Kelola 67 Program Studi Termasuk PSDKU di Wajo
Sisdik Sisdiyanto mengatakan, hasil uji publik akan menjadi bahan bagi para validator dan penerjemah untuk menghadirkan hasil terjemahan berkualitas,.
"Inilah sebuah karya sejarah luar biasa yang bisa jadi usianya melebihi usia penerjemah dan tim validatornya. Semoga ini menjadi amal jariyah yg pahalanya tak lekang oleh ruang dan waktu," ujar Sidik Sisdiyanto di Makassar, Selasa (4/11/2025) dikutip laman Kemenag RI.
Output dari hasil uji publik ini selanjutnya akan ditashih oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran untuk memastikan ketepatan dan kesahihannya.
Baca Juga: Pemilihan Rektor Unhas Masuki Babak Akhir, Prof Alimuddin Unde Tegas Soal Amanah Senat Unhas
Setelah melalui proses tersebut, hasil terjemahan akan didigitalisasi agar dapat diakses secara luas melalui aplikasi Quran Kemenag, sehingga manfaatnya dapat dijangkau oleh masyarakat secara mudah.
Kapus Sidik berharap tim validator bisa menggandeng pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan beberapa stake holder lainnya untuk bersama-sama mencetak Alquran Terjemah Bahasa Makassar.
Hasil cetakan itu akan disebarluaskan di masjid, madrasah, TPA, dan majelis-majelis taklim, agar semakin luas kebermanfaatannya.
"Dengan sinergi bersama, kita bisa memastikan agar Alquran Terjemah Bahasa Makassar ini tidak hanya menjadi sebuah karya intelektual, tetapi juga menjadi ladang manfaat dan inspirasi bagi umat, terlebih warga Makassar," pungkasnya.
***




