POJOKSULSEL, JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenag Sulsel), H. Ali Yafid, bersama tokoh lintas agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB Sulsel), menyambangi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Selasa (5/8/2025).

Kunjungan Ali Yafid bersama FKUB Sulsel menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat moderasi beragama, serta membuktikan bahwa harmoni antarumat beragama bukan sekadar jargon, tetapi realitas yang hidup dan mengakar kuat di Indonesia.

“Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan batin menuju persaudaraan sejati,” ujar Ali Yafid.

Baca Juga: 2.344 Kuota Sertifikasi Halal Gratis Dibuka, Pemprov Sulsel Tetapkan 4 Syarat UMKM Sasaran

Terowongan Silaturahim menjadi simbol konkret kerukunan. Dua rumah ibadah besar, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, berdiri berdampingan di jantung Ibu Kota, dihubungkan oleh lorong yang menjadi cermin kebersamaan dalam perbedaan.

“Terowongan ini menjadi simbol nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia bukan hanya mimpi, tapi nyata dan hidup,” tambahnya.

Ali Yafid menegaskan, Kemenag Sulsel akan terus menguatkan program moderasi beragama, termasuk melalui Kurikulum Berbasis Cinta, ruang dialog lintas iman, dan kolaborasi aktif dengan FKUB serta lembaga keagamaan lainnya.

Baca Juga: Kepala LAN Makassar Dorong PMII Jadi Navigasi Bangsa dan Dunia

“Kerukunan tak cukup hanya dibicarakan, tapi harus dibuktikan. Dan hari ini, kita menyaksikan sendiri buktinya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim KUB dan Bina Lembaga Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mallingkai Illyas, yang ikut dalam rombongan, menjelaskan bahwa kehadiran jajaran Kemenag Sulsel di Jakarta sekaligus untuk mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) FKUB 2025.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa meski hidup dalam keberagaman, bangsa ini tetap punya fondasi kokoh dalam menjaga harmoni: saling menghargai, saling memahami, dan saling menjaga.

***