POJOKSULSEL, MAKASSAR - Program transportasi laut gratis pete pete laut Pemerintah Kota Makassar mendapat perhatian positif akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla.

Adi Suryadi Culla menilai, program pete pete laut yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dinilai menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.

Adi Suryadi Culla, mengatakan kehadiran pete pete laut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang merata bagi seluruh warga Kota Makassar.

Menurutnya, selama ini masyarakat kepulauan masih menghadapi berbagai tantangan akibat keterbatasan akses transportasi yang berdampak pada layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga administrasi pemerintahan.

"Program Pete-pete Laut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar Kota Makassar," kata Ketua Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI Sulawesi Selatan, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga: Cek Harga T2 JETOUR yang Distribusi 83 Persen Penjualan di Indonesia Sepanjang Januari-Mei 2026

Ia menilai, salah satu tantangan terbesar pembangunan wilayah kepulauan adalah persoalan konektivitas. Ketika akses transportasi terbatas, berbagai layanan dasar yang menjadi hak masyarakat ikut sulit dijangkau.

Karena itu, kehadiran transportasi laut yang terjadwal dan mudah diakses dinilai dapat menjadi solusi terhadap berbagai hambatan yang selama ini dirasakan warga pulau.

"Bagi masyarakat kepulauan, transportasi bukan sekadar alat mobilitas. Akses transportasi menentukan kemampuan mereka memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun pelayanan pemerintahan," ujarnya.

Ia menyebut Pete-pete Laut dapat menjadi instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus mampu memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama tanpa dipengaruhi kondisi geografis tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Bupati Luwu dan Pokja Investasi Tinjau Progres Awak Mas Project

"Ketika konektivitas diperkuat, maka akses terhadap pelayanan publik juga semakin terbuka. Pada saat yang sama, peluang ekonomi masyarakat akan tumbuh dan kualitas hidup warga dapat meningkat," jelasnya.

Lebih jauh, dosen Unhas tersebut menilai program Pete-pete Laut memiliki nilai strategis dalam memperkuat integrasi sosial dan ekonomi antarwilayah di Kota Makassar.

Kehadiran layanan tersebut dinilai dapat memperlancar aktivitas masyarakat, distribusi barang, serta membuka ruang pengembangan usaha di kawasan kepulauan.

Selain itu, sektor pariwisata bahari juga berpotensi memperoleh manfaat dari semakin baiknya konektivitas antar pulau.

Menurut Adi, akses transportasi yang lebih teratur akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata di kawasan Kepulauan Sangkarrang yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Kota Makassar.

"Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Pete-pete Laut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata kepulauan," tuturnya.

Ia menegaskan, kehadiran Pete-pete Laut menjadi simbol hadirnya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah terluar.

"Pendekatan seperti ini penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Kota Makassar," pungkasnya.

Baca Juga: Antrean SPBU Naik, Pertamina Tambah Distribusi Biosolar di Makassar dan Jalur Trans Sulawesi

Sebagai informasi, pada tahap awal Pete-pete Laut akan beroperasi menggunakan satu armada berkapasitas 25 hingga 30 penumpang dengan frekuensi pelayanan satu kali setiap pekan.

Rute pelayaran dimulai dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, hingga pulau terluar sebelum kembali ke titik awal. ***