POJOKSULSEL, JAKARTA - Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 digelar hari ini di Kampus Unhas Jakarta, Petojo, Rabu (14/1/2026). Namun, bukan hanya tiga kandidat calon rektor yang jadi sorotan.
Menariknya, ada enam tokoh eksternal yang ikut menentukan arah kepemimpinan Unhas lima tahun ke depan.
Mereka punya hak suara sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.
Tiga kandidat yang bersaing dalam pemilihan rektor kali ini adalah Prof. Jamaluddin Jumpa, Prof. Budu, dan Prof. Sukardi Weda.
Baca Juga: Jalan Hertasning Mulai Diaspal dengan Target Rampung Juli. Lihat Progresnya
Ketiganya akan dipilih oleh anggota MWA Unhas, yang terdiri dari unsur internal dan eksternal kampus.
Dari unsur eksternal, sejumlah pejabat tinggi negara otomatis masuk MWA Unhas karena jabatannya (ex-officio).
Pertama adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto.
Selain itu, ada Menteri Pertanian RI, Dr. Andi Amran Sulaiman, yang duduk di MWA Unhas dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PP IKA Unhas.
Baca Juga: Rektor Abbas Langaji Lantik 91 Pejabat UIN Palopo, Ini Komposisi Lengkapnya
Nama besar lainnya adalah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang juga tercatat sebagai anggota MWA dari unsur eksternal kampus.
MWA Unhas juga diisi tiga tokoh masyarakat Mereka adalah Tony Wenas (CEO Freeport Indonesia), M. Arsyad Rasjid (pengusaha nasional), dan Prof. Sangkut Marzuki (ilmuwan.
Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan seluruh persiapan teknis telah dilakukan oleh Panitia Pemilihan Rektor (PPR).
Mulai dari kesiapan ruang transit, penyiapan konsumsi, kelengkapan persuratan dan dokumen, hingga aspek teknis lainnya.
“Khusus untuk ruang Rapat, didesain untuk peruntukan Rapat Terbuka dan Rapat Tertutup,” kata Ishaq Rahman, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pada sesi Rapat Terbuka, masing-masing calon rektor akan menyampaikan visi dan misi selama lima menit.
Setelah itu, proses dilanjutkan dengan sesi pendalaman dan tanya jawab bersama anggota MWA.
Usai rapat terbuka, MWA akan menggelar Rapat Tertutup guna membahas dan menentukan pilihan rektor terpilih.
“Apabila dalam rapat tertutup tercapai kesepakatan secara aklamasi, maka rapat akan kembali dibuka dan Ketua MWA akan langsung mengumumkan rektor terpilih,” jelasnya.
Namun demikian, jika aklamasi tidak tercapai, proses pemilihan akan dilanjutkan melalui pemungutan suara atau voting. Sesuai rencana, voting akan dilakukan secara tertutup. ***




