POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menambah deretan program studi (prodi) memperoleh akreditasi internasional dari lembaga akreditasi internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation).

Kali ini, lima prodi di Unhas meraih akreditasi internasional FIBAA dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Hukum (FH).

Masa berlaku lima prodi Unhas yang terkareditasi internasional FIBAA hingga 12 September 2029. Kelima prodi itu adalah Ilmu Hukum, Hukum Administrasi Negara, Ilmu Ekonomi Pembangunan, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Hubungan Internasional

Kelima program studi ini telah memenuhi indikator kualitas yang ditetapkan FIBAA, termasuk kurikulum berbasis capaian pembelajaran, tata kelola akademik, serta dukungan sumber daya pendidikan.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut ditopang oleh model kolaborasi internal yang terstruktur.

Baca Juga: KINMU V Digelar Mei 2026 di Makassar, UIN Alauddin Siap Jadi Tuan Rumah

Model ini mengintegrasikan peran pimpinan universitas, pengelola akreditasi, unit pengelola program studi (UPPS), Ketua Program Studi, hingga Task Force dalam satu alur kerja yang sistematis.

“Faktor kunci terletak pada budaya kerja berbasis kolaborasi dan komunikasi yang konsisten di seluruh level pengelolaan,” ujarnya.

Dalam perspektif penjaminan mutu, pendekatan ini menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan strategis di tingkat universitas dengan implementasi operasional di tingkat program studi.

Sinergi tersebut memungkinkan proses monitoring, evaluasi, dan pemenuhan standar dilakukan secara lebih adaptif terhadap indikator yang ditetapkan lembaga akreditasi internasional.

"Model kolaborasi ini tidak hanya berfungsi dalam konteks pemenuhan akreditasi, tetapi juga menjadi kerangka kerja berkelanjutan dalam penguatan sistem penjaminan mutu internal," kata Prof. Musrizal.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Dorong Pemberdayaan Perempuan di Parepare, Sekda: Wujud Nyata Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan

Dengan demikian, pengelolaan mutu tidak bersifat administratif semata, melainkan berkembang menjadi budaya organisasi yang terinternalisasi di setiap lini.

Capaian ini menegaskan bahwa penguatan sistem, konsistensi tata kelola, serta integrasi antarunit menjadi determinan penting dalam meningkatkan daya saing program studi di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Universitas Hasanuddin dalam peta pendidikan tinggi internasional.

***