POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani, tertulis pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabatnya, Abu Dzar al Ghifari. Pesan ini sarat makna tentang bekal hidup menuju akhirat.
"Wahai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu karena laut itu dalam; ambilah bekal yang cukup karena perjalanannya jauh; ringankan beban bawaan karena lereng bukit sulit dilalui, dan ikhlaslah beramal karena Allah Maha Teliti."
1. Perbaharuilah kapalmu karena laut itu dalam
Hidup ini ibarat berlayar di lautan. Kapal adalah kiasan untuk niat. Imam Nawawi menafsirkan, niat harus ditata untuk orientasi ukhrawi. Dunia hanyalah persinggahan, bukan tujuan.
Baca Juga: Wagub Sulsel Lantik 65 Pejabat Fungsional, 4 Di Antaranya Guru Ahli Pertama, Berikut Rinciannya
2. Ambillah bekal yang cukup karena perjalanannya jauh
Bekal bukanlah harta duniawi, melainkan amal saleh. Bekal ini dibutuhkan untuk perjalanan akhirat yang panjang. Amal saleh meliputi ibadah ritual hingga kepedulian sosial. Semua bernilai jika diniatkan karena Allah.
3. Ringankan beban bawaan karena lereng bukit sulit dilalui
Beban adalah dosa. Semakin banyak beban dunia, semakin sulit menapaki jalan akhirat. Nabi mengingatkan agar manusia bertaubat dan tidak terikat berlebihan pada urusan dunia.
Baca Juga: STIE Tri Dharma Nusantara dan UMI Kembangkan Sistem Informasi Zakat di Gowa
4. Ikhlaslah beramal karena Allah Maha Teliti
Inti dari amal adalah ikhlas. Sekecil apa pun amal, Allah Maha Melihat dan Maha Menilai. Tanpa keikhlasan, amal tak punya harga di sisi-Nya.
Empat pesan Rasulullah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan manusia adalah menuju akhirat. Bekal terbaik adalah iman, amal saleh, dan hati yang ikhlas.
***




