POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 4 guru besar Universitas Hasanuddin dikukuhkan sebagai anggota Dewan Profesor Unhas.

Pengukuhan empat guru besar sebagai anggota Dewan Profesor Unhas dihadiri oleh Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa.

Pengukuhan empat guru besar Universitas Hasanuddin sebagai anggota Dewan Profesor Unhas berlangsung di Ruang Senat Akademik, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (24/12/2024).

Baca Juga: Profil Ali Yafid, Alumni UIN Awali Karier Sebagai Pendidik Kini Jabat Kepala Kanwil Kemenag Sulsel

Mereka yang dikukuhkan adalah:

Prof Mursalim Nohong, pakar ilmu manajemen keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan nomor keanggotaan 543.

Prof Abd Rahman R, pakar ilmu ekonomi regional Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan nomor keanggotaan 534.

Prof Maat Pono, pakar ilmu manajemen operasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan nomor keanggotaan544.

Prof Nasmilah, pakar ilmu pengajaran Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya dengan nomor keanggotaan 545.

Baca Juga: Ali Yafid Kepala Kanwil Kemenag Sulsel yang Baru. Selamat Bertugas!

Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, jabatan guru besar adalah tanggung jawab besar untuk terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat. Kam

"Kami percaya bahwa guru besar yang baru dikukuhkan ini akan membawa Unhas semakin dekat dengan visi menjadi universitas kelas dunia," kata Prof Jamaluddin Jompa dalam siaran pers.

Prof Mursalim Nohong menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Green Financial Management: Pathways to Sustainable Competitive Advantage.

Baca Juga: 4 WBP Rutan Kelas I Makassar Dapat Remisi Khusus Natal 2024, Berikut Rinciannya

Ia membahas pentingnya Manajemen Keuangan Hijau (Green Financial Management), yakni konsep dan praktik yang mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dalam pengambilan keputusan keuangan perusahaan dan institusi keuangan.

Prof Abd Rahman R mengupas pidato berjudul Pusat Pertumbuhan Ekonomi Wilayah dalam Perspektif Konsep Integrasi.

Ia menyoroti pentingnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi regional sebagai strategi untuk mengatasi ketimpangan wilayah.

Prof Maat Pono menyampaikan pidato berjudul Transformasi Operasional UKM dalam Meningkatkan Daya Saing di Era Ekonomi Digital.

Baca Juga: Nama-Nama 32 Pj Kepala Desa yang Baru Dilantik Oder Maks Sombu

Pidato Prof Maat Poni membahas peran strategis UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Prof Nasmilah berpidato tentang Bahasa Inggris dalam Perspektif Pedagogi: Peranan, Tantangan, dan Peluang di Era Globalisasi.

Pidotonya menggarisbawahi tantangan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia.

***