POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, secara resmi melepas 27 dai dan daiah untuk menjalankan misi dakwah di wilaya 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di 23 kabupaten kota se-Provinsi Sulawesi Selatan.

Ali Yafid menekankan kepada para dai di wilayah 3T agar menyampaika pesan-pesan dakwah menyejukkan kepada jamaah.

Ali Yafid juga mengingatkan kepala para dai supaya menghindari materi dakwah bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

"Kita harus saling menghargai dan menghormati demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Ali Yafid, Jumat (13/2/2026).

Pada kesempatan itu, Ali Yafid memberikan tugas kepada kepala kantor Kemenag kabupaten/kota untuk memberikan pendampingan maksimal kepada para da’i selama masa penugasan.

Baca Juga: UMI Dinobatkan Stand Terbaik pada Pameran Pendidikan dan Expo 2026 Manado

Menurutnya, dukungan dari jajaran Kemenag di daerah sangat penting agar pelaksanaan dakwah berjalan optimal.

"Saya pesan agar para dai kita didampingi. Di setiap kecamatan kita punya penyuluh dan staf KUA yang siap membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Penaizawa H. Muliyadi Iskandar berharap para dai tidak hanya menyampaikan ceramah Ramadan, tetapi juga mengajak masyarakat menyukseskan program prioritas Menteri Agama.

Di antaranya penguatan ekoteologi, peningkatan kerukunan umat beragama, serta pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Muliyadi menjelaskan, para dai dijadwalkan berangkat ke lokasi tugas pada 18 Februari 2026 dan akan bertugas selama 30 hari.

Baca Juga: Tim Labmino UI Cetak Sejarah, Indonesia Tembus SFT Global Ambassador

Mereka direncanakan kembali ke Makassar sehari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Insyaallah dai kita akan bertugas selama 30 hari. Kami harap mereka juga menjadi khatib di lokasi penugasan masing-masing saat pelaksanaan Salat Id,” kata Muliyadi.

Program pengiriman dai ke wilayah 3T selama Ramadan 2026 ini merupakan hasil kerja sama antara Kanwil Kemenag Sulsel dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Selatan dan Baznas kabupaten/kota se-Sulsel.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan literasi keagamaan di daerah yang masih minim akses terhadap pendakwah. ***