POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 140 pelajar dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas mengikuti program Karantina Quran yang digelar Pemuda Almarkaz.

Karantina Quran Pemuda Almarkaz berlangsung di lingkungan Masjid Al Markaz Al Islami, menjadi ruang pembinaan intensif bagi generasi muda untuk memperdalam hafalan sekaligus memperkuat karakter berbasis nilai-nilai Qurani.

Sejak hari pertama, para peserta Karantina Quran Pemuda Almarkaz langsung menjalani agenda terstruktur. 

Mulai dari setoran hafalan (tahfiz), perbaikan bacaan (tahsin), murojaah bersama, hingga sesi pembinaan adab dan motivasi keislaman. 

Seluruh rangkaian dipandu ustaz dan ustazah berpengalaman di bidang pendidikan Alquran.

Baca Juga: Setahun Tasming–Hermanto Memimpin Parepare: Kemiskinan Turun, Program Sosial Meluas

Ketua kegiatan Karantina Quran, Muhammad Fatrian Ramadhan, menegaskan bahwa Karantina Quran bukan sekadar program menambah hafalan. 

Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk pribadi yang mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Target kami bukan hanya hafal, tetapi bagaimana nilai-nilai Alquran itu benar-benar hidup dalam sikap dan perilaku mereka,” ujarnya.

Menariknya, antusiasme peserta terlihat konsisten di setiap sesi. Selain fokus belajar, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah di antara para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Makassar.

Dengan jumlah peserta mencapai 140 orang, program ini dinilai mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap pembelajaran Alquran. 

Ke depan, panitia berharap Karantina Quran dapat digelar secara rutin dan menjangkau lebih banyak pelajar, tidak hanya di Makassar, tetapi juga wilayah sekitarnya. ***