POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman merespons laporan terkait kelangkaan LPG 3 Kg atau gas melon yang terjadi di sejumlah daerah.

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, usai menerima laporan adanya kelangkaan Gas LPG 3 Kg atau Gas Melon.

Andi Sudirman Sulaiman menyebut laporan terkait kelangkaan LPG 3 kg tersebut akan dikumpulkan dan diverifikasi sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.

“Kita lagi evaluasi ini. Ini kan baru laporan, sekarang kita evaluasi dalam waktu tiga hari ini,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Untuk mendapatkan gambaran kondisi secara menyeluruh, Pemprov Sulsel akan menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi pada Senin mendatang.

Baca Juga: Tim Damkarmat Maros Sisir dan Padamkan Titik Api di Pos 5 Bulu Saukang

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak terkait akan dipanggil untuk membahas persoalan distribusi LPG 3 kg.

“Senin kita akan rapat dengan Forkopimda tingkat provinsi, akan dipanggil semua, karena ini kan vertikal, akan dipanggil semua,” ujarnya.

Sebelum rapat digelar, Andi Sudirman Sulaiman meminta Satgas turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan sekaligus menertibkan jika ditemukan praktik yang menyebabkan distribusi LPG 3 kg terganggu.

“Kita akan panggil setelah kita lakukan pengambilan data ini, sekaligus Satgas turun dulu ini, tertibkan yang kayak begini ini,” tegasnya.

Penanganan persoalan LPG 3 kg juga telah dikoordinasikan dengan jajaran Polda Sulsel.

Baca Juga: Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Kapolda Sulsel telah menginstruksikan jajarannya untuk turun melakukan pengecekan di lapangan.

“Sudah koordinasi dengan Polda. Pak Kapolda juga sudah di jalan semua ini. Mulai dari Krimsus sama Lantasnya,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah mengoptimalkan kerja Satgas untuk mengumpulkan data dan melakukan penertiban di lapangan.

Setelah data terkumpul, Pemprov Sulsel bersama Forkopimda dan pihak terkait akan melakukan rapat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Kita lakukan Satgas yang bisa dilakukan dulu, setelah itu kita lakukan rapat bersama,” pungkas Andi Sudirman Sulaiman.