POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 21 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Sulawesi resmi menerima Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar pada Senin (13/7/2026).
21 dosen PTKIN Sulawesi penerima kenaikan jabatan fungsional Guru Besar rumpun ilmu agama tersebar pada tujuh kampus, yaitu UIN Alauddin Makassar, UIN Palopo, UIN Dato Karama Palu, IAIN Bone, IAIN Kendari, IAIN Manado, dan IAIN Parepare.
Dari jumlah tersebut, UIN Alauddin Makassar terbanyak menelurkan guru besar rumpun ilmu agama pada periode ketiga tahun 2026 di lingkup Kementerian Agama.
Diketahui, Sebanyak 119 akademisi menerima KMA Guru Besar Rumpun Agama pada periode ketiga tahun 2026 di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, 113 guru besar berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), sementara enam lainnya berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen.
Baca Juga: Ahli Infrastruktur Unhas Buka-bukaan Soal MYP Jalan Sulsel, Ini Manfaat Besarnya
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta 119 akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang baru menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Agama untuk tidak berhenti pada pencapaian gelar profesor.
Menag mendorong para guru besar baru tersebut memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
"Guru besar harus menghadirkan dampak. Jangan berhenti pada gelar, tetapi terus menghasilkan karya, penelitian, buku, serta menjadi teladan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat," ujar Nasaruddin Umar dikutip dari laman Kemenag RI.
Nasaruddin Umar mengatakan, peningkatan jumlah profesor di lingkungan Kementerian Agama harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, jabatan guru besar bukan hanya penghargaan akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab moral yang lebih besar.
Baca Juga: Unhas Perkuat Jalur Afirmasi Daerah di Sulteng, Buka Peluang Kuliah bagi Putra Daerah
Seorang profesor dituntut memiliki keunggulan keilmuan, keteladanan, serta komitmen dalam membangun peradaban melalui pendidikan.
"Guru besar memiliki tanggung jawab akademik dan sosial yang semakin besar. Mereka harus mampu menjadi rujukan ilmu sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat," katanya.
Menag mengungkapkan jumlah guru besar binaan Kementerian Agama terus mengalami peningkatan. Dalam tiga tahun ke depan, jumlah profesor di lingkungan perguruan tinggi keagamaan ditargetkan mencapai sekitar 2.500 orang.
Namun, ia menegaskan penambahan jumlah profesor harus dibarengi dengan peningkatan kualitas akademik.
Para guru besar didorong aktif menghasilkan publikasi ilmiah, memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin, serta ikut berkontribusi dalam penyusunan kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Nama-Nama dosen PTKIN di Sulawesi raih guru besar:
1. Dr. Muhammad Sabir, M.Ag (UIN Alauddin Makassar)
2. Dr. Usman, S.Ag., M.Pd (UIN Alauddin Makassar)
3. Dr. Hj. Sitti Asiqah Usman Ali, Lc., M.Th.I (UIN Alauddin Makassar)
4. Dr. St. Aisyah A, M.Ag (UIN Alauddin Makassar)
5. Dr. Muhammad Yahdi, M.Ag (UIN Alauddin Makassar)
6. Dr. Rahma Amir, M.Ag (UIN Alauddin Makassar)
7. Dr. Susmihara, M.Pd (UIN Alauddin Makassar)
8. Dr. Ulfiani Rahman, S.Ag., M.Si (UIN Alauddin Makassar)
9. Dr. H. Abdul Rahman Hi. Abdul Qayum, M.Ag (UIN Alauddin Makassar)
10. Dr. Abd. Fattah, M.Pd (UIN Alauddin Makassar)
11. Dra. Rahmawati, M.A., Ph.D (UIN Alauddin Makassar)
12. Dr. Helmi Kamal, M.H.I. (UIN Palopo)
13. Dr. Baso Hasyim, M.sos.I (UIN Palopo)
14. Dr. Rahmawati, M.Ag. (UIN Palopo)
15. Dr. M. Taufan B, S.H., M.Ag. (UIN Dato Karama Palu)
16. Dr. Mohamad Idhan, S.Ag., M.Ag. (UIN Dato Karama Palu)
17. Dr. Muslihin Sultan, S.Ag., M.Ag. (IAIN Bone)
18. Dr. Abdul Hakim, S.Ag., M.Ag (IAIN Bone)
19. Dr. Masdin, M.Pd. (IAIN Kendari)
20. Dr. Mohamad S. Rahmad, M.Pd.I (IAIN Manado)
21. Dr. Iskandar, S.Ag., M.Sos.I (IAIN Parepare) ***




