POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gerakan Pemuda Nahdliyyin (GPN) menyatakan dukungan kepada Anregurutta Nasaruddin Umar untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Nahdlatul Ulama 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen Gerakan Pemuda Nahdliyyin mengawal lahirnya kepemimpinan PBNU yang dinilai mampu menjawab tantangan organisasi di tingkat nasional maupun global.

Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan SDM Gerakan Pemuda Nahdliyyin, Muhajirin, menilai Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak kepemimpinan yang lengkap. Selain dikenal sebagai ulama, ia juga memiliki pengalaman sebagai birokrat dan akademisi dengan jaringan internasional yang luas.

Baca Juga: Siswa MA Al Khaerat Barambang Tembus Seleksi PSM U-18, Alif Muawwan Lanjut Adu Kemampuan di Makassar

"Anregurutta Nasaruddin Umar memiliki pengalaman yang sangat lengkap. Beliau adalah birokrat, akademisi, sekaligus ulama yang memiliki kedalaman keilmuan dan pengaruh yang luas. Selain dikenal di tingkat nasional, beliau juga memiliki jejaring internasional yang kuat. Modal kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan PBNU untuk menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus memperkuat peran NU di tingkat global," kata Muhajirin dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, PBNU membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus membawa organisasi beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an.

Muhajirin juga menilai Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan pesantren. Hal itu, kata dia, menjadi modal penting untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa National University of Singapore Jadikan Arsip Sulsel Rujukan Penelitian Sejarah Ujung Pandang

"Beliau memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan pesantren. Karena itu, secara moral, keilmuan, dan organisatoris, Anregurutta memiliki legitimasi yang kuat untuk memimpin PBNU," ujarnya.

Sementara itu, Penasehat GPN, Taslim atau Gus Taslim, berpandangan Muktamar NU 2026 menjadi momentum menghadirkan representasi kepemimpinan dari kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, Nasaruddin Umar merupakan tokoh yang tidak hanya memiliki kapasitas nasional, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.

Baca Juga: Polda Sulsel Gelar Apel Sabuk Kamtibmas, Libatkan 1.500 Peserta dari Berbagai Elemen Masyarakat

"Anregurutta adalah salah satu representasi terbaik yang dimiliki kawasan timur saat ini," katanya.

Ia menegaskan, dukungan terhadap Nasaruddin Umar bukan didasarkan pada faktor kewilayahan, melainkan kapasitas, pengalaman, serta pengabdian yang dimiliki.

"Ini bukan soal wilayah, tetapi tentang kapasitas dan pengabdian. Namun kehadiran tokoh dari Indonesia Timur tentu menjadi simbol penting bahwa NU adalah rumah besar bagi seluruh warga nahdliyyin dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

GPN menilai kepemimpinan Nasaruddin Umar berpotensi memperkuat konsolidasi internal organisasi, memperluas jejaring internasional Nahdlatul Ulama, sekaligus mendorong penguatan pendidikan Islam dan pesantren di berbagai daerah.

Karena itu, GPN menyatakan akan terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar NU 2026 guna mendorong lahirnya kepemimpinan PBNU yang inklusif, visioner, dan tetap berpijak pada tradisi keilmuan pesantren.

Muhajirin berharap Muktamar NU berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi serta memperkuat persatuan warga nahdliyyin.

"Kami melihat Anregurutta Nasaruddin Umar memiliki kapasitas dan pengalaman yang sangat memadai untuk menjalankan amanah besar tersebut," tutupnya. ***