POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia Sulawesi Selatan (Gapembi Sulsel) menyatakan penolakan terhadap rencana moratorium atau penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Menurut Gapembi Sulsel, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap keberlangsungan investasi para mitra Badan Gizi Nasional (BGN), mengancam ribuan tenaga kerja, serta mengganggu roda perekonomian yang telah tumbuh sejak program MBG berjalan.

Ketua DPW Gapembi Sulsel, Nurdin Beta, menegaskan bahwa para mitra BGN telah mengeluarkan investasi yang sangat besar untuk membangun dan mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Investasi tersebut meliputi pembangunan dapur, pengadaan peralatan, perekrutan tenaga kerja, hingga menjalin kemitraan dengan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.

"Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari Asta Cita Presiden. Namun kami berharap kebijakan yang diambil juga memberikan kepastian bagi para mitra yang telah berinvestasi besar. Jangan sampai dapur yang sudah dibangun, tenaga kerja yang sudah direkrut, dan rantai ekonomi yang sudah terbentuk harus terhenti karena moratorium," ujar Nurdin Beta.

Baca Juga: Wali Kota Tasming Hamid Temui Kepala BNN RI Bahas Pembentukan Instansi Vertikal BNN di Parepare

Ia menilai penghentian operasional dapur, meski hanya sementara, akan berdampak langsung terhadap ribuan relawan dan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.

"Yang terdampak bukan hanya pemilik dapur. Ada ribuan relawan, juru masak, pemasok bahan pangan, petani, peternak, nelayan, hingga UMKM lokal yang selama ini hidup dari ekosistem MBG. Program ini telah menggerakkan ekonomi daerah, sehingga keberlangsungannya harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.

Karena itu, Gapembi Sulsel meminta Badan Gizi Nasional tetap melanjutkan distribusi Program MBG selama masa libur sekolah dengan mekanisme yang disesuaikan agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat sekaligus menjaga operasional dapur.

Sebagai bentuk aspirasi, Gapembi Sulsel juga menyampaikan delapan poin usulan kepada BGN. Aspirasi tersebut bertujuan menjaga kesinambungan program, memberikan kepastian kepada mitra pelaksana, melindungi investasi yang telah ditanamkan, serta mempertahankan lapangan kerja yang telah tercipta.

"Kami tidak datang untuk menolak program pemerintah. Justru kami ingin memastikan Program MBG semakin kuat, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan para mitra yang telah berjuang membangun program ini sejak awal," tutup Nurdin Beta.

Baca Juga: Innalillahi, Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni Wafat di Usia 57

Gapembi Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Menurut organisasi tersebut, keberlanjutan program tidak hanya penting bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga untuk menjaga investasi, mempertahankan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui ekosistem yang telah terbentuk. ***