POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kota Makassar dan sejumlah wilayah sekitarnya masih diguyur hujan deras hingga Senin, 18 Mei 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dilaporkan mulai turun sejak Minggu malam.
Prakirawan BBMKG Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, mengatakan kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga sore hari nanti.
"Kondisi hujan seperti saat ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga sore hari nanti di kota Makassar dan sekitarnya," ujar Retno Noviana dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Tak hanya hujan deras, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kilat atau petir serta angin kencang yang terjadi dalam durasi singkat.
Baca Juga: Sekda Amarun Agung Hamka Beri Penjelasan Anggaran Makan Minum Rp7,2 Miliar Pemkot Parepare
Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan dan warga yang berada di kawasan rawan genangan.
BBMKG IV Makassar pun mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan agar tetap berhati-hati dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.
Warga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat terjadi serta memastikan saluran air di sekitar lingkungan tetap lancar guna meminimalisasi risiko banjir.
Baca Juga: Kemenag Ubah Sistem Promosi Jabatan, Kini Fokus pada Rekam Jejak dan Talenta ASN
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang - lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Sulawesi Selatan," kata Retno Noviana.
Retno Noviana menjelaskan, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi aktifnya empat gelombang ekuator secara bersamaan, yakni Depresi Tropis, Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di wilayah Laut Banda turut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh angin timuran yang membawa massa udara lembap menuju Sulawesi Selatan sehingga peluang terjadinya hujan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
"Suhu muka laut yang hangat di Laut Banda meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, yang dibawa oleh angin timuran sehingga membawa massa udara lembap menuju Sulawesi Selatan sehingga peluang hujan cukup tinggi di Sulawesi Selatan," ungkapnya. ***




