POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan prestasi nasional. Dalam pemeringkatan Uniranks 2026, UMI berhasil menempati peringkat 73 nasional, naik signifikan 58 tingkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di posisi 131 nasional.
Capaian Universitas Muslim Indonesia di Uniranks 2026 menjadi salah satu lonjakan terbesar yang diraih kampus hijau itu dalam beberapa tahun terakhir.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menyampaikan bahwa pencapaian Universitas Muslim Indonesia di Uniranks 2026 harus disikapi dengan kerendahan hati.
Menurutnya, prestasi ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama.
"Lagi, UMI menorehkan prestasi. Tetapi bagi kami, ini bukan tentang hebatnya UMI. Ini adalah amanah dari masyarakat yang harus kami jaga," ujar Hambali Thalib dikutip laman resmi UMI.
Baca Juga: Bangga, 4 UIN Tembus 25 Besar Dunia Bidang Religious Studies Versi SCImago 2026
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh keluarga besar UMI yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurut Hambali Thalib, kekuatan utama UMI bukan hanya pada sistem yang dibangun, tetapi pada semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama kampus tersebut.
"UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan. Dari situlah lahir kekuatan yang membuat UMI terus bergerak maju," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, menegaskan bahwa capaian ini merupakan konsekuensi dari nilai yang selama ini dijaga oleh seluruh civitas akademika.
"UMI tidak dibangun untuk sekadar menjadi besar, tetapi untuk memberi manfaat. Prestasi hari ini adalah buah dari nilai yang dijaga, bukan tujuan yang dikejar," kata Mansyur.
Baca Juga: Sekda Kota Parepare Tekankan Keteladanan ASN Lewat Kendaraan Hemat BBM
Ia juga mengingatkan bahwa arah UMI harus tetap kokoh sebagai kampus ilmu dan ibadah, kampus perjuangan dan pengabdian, serta kampus yang berperan dalam membangun peradaban.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sistem yang dibangun secara serius dan berkelanjutan.
"Ini bukan capaian yang datang tiba tiba. Ini hasil dari kerja terencana, penguatan tata kelola, serta konsistensi dalam meningkatkan kualitas akademik dan layanan," ujarnya.
Ia menambahkan, UMI saat ini terus bergerak dalam satu arah yang jelas, yaitu transformasi digital kampus, penguatan riset dan publikasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola yang transparan.
"UMI bergerak sebagai satu sistem, satu irama, satu tujuan," tutupnya. ***




