POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menyampaikan bahwa Masjid Ramah Pemudik Sulsel bertambah, yaitu dari 492 menjadi 517. Ratusan masjid itu siap menyukseskan perjalanan mudik lebaran.
Ali Yafid mengatakan, ratusan Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di sepanjang jalur mudik lebaran Sulsel, siap memberikan pelayanan 24 jam.
Kehadiran posko Mudik di rumah ibadah ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik.
Ali Yafid menegaskan kepada jajaran Satker di kabupaten/kota supaya terus memantau kesiapan Masjid Ramah Pemudik di wilayahnya.
Terutama, kata dia, Masjid Ramah Pemudik haru diberi tanda berupa baligho atau spanduk supaya diketahui oleh para pemudik.
Baca Juga: Fokus Pembaharuan Data Pemilih, KPU Luwu Timur Coktas ke Pelosok Desa
"Rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik, karena para pemudik datang silih berganti sepanjang waktu," kata Ali Yafid saat memimpin Rakor Libur Lebaran seluruh jajaran Kemenag Sulsel via Zoom, Kamis (12/3/2026).
Tidak hanya itu, Ali Yafi juga menekankan pengaturan petugas yang berjaga, sehingga keamanan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.
"Jangan sampai jamaah yang beristirahat justru mengalami kehilangan barang atau hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Selain itu, Ali Yafid mendorong pengelola rumah ibadah menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik. Jika memungkinkan disediakan takjil atau makanan, minuman berbuka bagi para pemudik. Atau makanan sederhana untuk sahur.
Ali Yafid menegaskan, layanan yang diberikan harus dipastikan gratis. Ia mewanti-wanti jangan sampai ada pihak yang meminta imbalan kepada pemudik atas pelayanan yang telah diberikan.
"Karena itu perlu koordinasi dengan aparat setempat agar layanan ini benar-benar bebas biaya," kata Ali Yafid.
Baca Juga: Pesisir Barat Sulsel Masih Status Peringatan Dini Cuaca 14-15 Maret, BBMKG Makassar Beri Penjelasan
Hal lain yang disampaikan Ali Yafid saat Rakor, yaitu penyediaan fasilitas tambahan jika mampu, seperti pengisian daya telepon seluler, ruang khusus bagi ibu menyusui.
Begitu juga dengan layanan sederhana, seperti tambal dan isi angin ban kendaraan atau obat-obatan ringan. Bahkan bisa kerja sama Puskesmas terdekat untuk layanan kesehatan dasar.
Diketahui, masjid-masjid dalam program Masjid Ramah Pemudik di sepanjang jalur mudik nasional merupakan kolaborasi Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian Republik Indonesia
Selain Masjid Ramah Pemudik, sejumlah Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) di sepanjang Jalur utama pemudik kabupaten/kota yang juga siap memberikan pelayanan.
Pada kesempatan itu, Ali Yafid juga menyampaikan pesan penting kepada para pemudik agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan saat lelah berkendara. Mereka bisa beristirahat di Masjid Ramah Pemudik.
"Kalau capek ki’ dalam perjalanan, singgahki istirahat, karena Kemenag Sulsel telah siapkan ratusan rumah ibadah di sepanjang jalur utama," katanya. ***




