POJOKSULSEL, MAKASSAR - Perbaikan kebocoran atap Masjid Kubah 99 Asmaul Husna di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) akan dilakukan secara bertahap.
Anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan seluruh kebocoran atap Masjid Kubah 99 Asmaul Husna milik Pemprov Sulsel, mencapai lebih Rp22 miliar. Itu berdasarkan hasil perencanaan teknis tahun 2025.
Plt Kabid Cipta Karya Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, Ilham Surono Arief, mengatakan, telah mengalokasikan anggaran Rp4,5 miliar tahun 2025 perbaikan atap Masjid Kubah 99, khususnya di bagian kubah utama.
Menurutnya, salah satu penyebab kebocoran adalah saluran pembuangan air yang terkadang mengalami penyumbatan akibat kotoran yang menumpuk.
"Sehingga dibutuhkan kegiatan pembersihan yang rutin untuk mencegah adanya penyumbatan-penyumbatan pada pipa pembuangan," jelasnya.
Baca Juga: Suhardi Duka Lantik 157 Pejabat, Termasuk Tiga Eselon II Pemprov Sulbar
Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan persoalan awal pada kubah besar yang sebelumnya juga mengalami kerusakan pada beberapa bagian konstruksi.
"Ini sudah banyak bagian-bagian yang terlepas. Kemudian memang di kubah pekerjaan awalnya ini seluruh kubah ini tidak diberikan membran sehingga ketika ada bagian kubah yang terlepas atau rusak, maka itulah jalan air yang sampai membuat kondisi dalam masjid tetap terjadi tetes-tetesan air hujan," jelasnya.
Namun, karena keterbatasan anggaran, pekerjaan pada tahun 2025 difokuskan terlebih dahulu pada kubah utama, kemudian secara bertahap akan dilanjutkan pada kubah-kubah kecil yang berada di sekeliling bangunan.
"Pada saat pengerjaan saat ini memang belum selesai sampai pada saat ini karena proses penutupannya masih membutuhkan bahan," tegasnya.
Ilham menjelaskan, perbaikan atap terdiri dari beberapa lapisan material. Lapisan pertama berupa galvanum yang berfungsi sebagai penutup awal atap. Lapisan ini kemudian dilapisi aspal emulsi untuk menutup celah pada sambungan material.
Baca Juga: Integrasi Agama dan Ekonomi di Era Modernisasi dalam Kehidupan Sosial
Tahap berikutnya adalah pemasangan membran sebagai lapisan pelindung akhir untuk mencegah air masuk ke dalam struktur bangunan.
Menurutnya, hingga berakhirnya masa kontrak pada 25 Desember 2025, seluruh pekerjaan penutupan atap telah diselesaikan.
"Jadi yang belum diselesaikan itu kegiatan finishingnya yang berbahan enamel. Bahan enamel ini merupakan bahan penutup yang memberikan estetika. Memberikan warna-warni yang membentuk kubah yang selama ini kita saksikan," katanya.
Bahan enamel tersebut mengalami keterlambatan karena pihak produsen mengalami hambatan dalam produksi karena banyaknya pemesanan dari pihak lainnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, mengatakan bahwa dari hasil kunjungan lapangan ditemukan sejumlah titik kebocoran, termasuk di lantai dua bangunan masjid.
"Jadi memang segera harus dievaluasi secara total tidak bisa lagi dikerja per anggaran sekian, tidak bisa lagi. Ini harusnya secara total," ungkapnya.
Ia menilai pembenahan Masjid Kubah 99 Asmaul Husna perlu menjadi prioritas karena masjid tersebut merupakan salah satu ikon Sulawesi Selatan yang banyak dikunjungi masyarakat.
Baca Juga: satgas Pangan dan Bapanas Sidak Pasar Maros, Ini Tiga Komoditas Melejit Jelang Lebaran
Usai kunjungan tersebut, Komisi D DPRD Sulsel berencana memanggil dinas terkait untuk menggelar rapat lanjutan guna membahas langkah pembenahan secara lebih detail sekaligus menelusuri penyebab utama kebocoran pada struktur kubah masjid. ***




