POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, memaparkan program dan kesiapan Kementerian Agama saat cuti dan libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ali Yafid mengatakan, Menteri Agama Nasaruddin Umar, sudah mempersiapkan program layanan untuk mengantisipasi situasi saat libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Salah satu program Kemenag, kata Ali Yafid adalah memaksimalkan penggunaan masjid sebagai tempat beristrahat para pemudik saat musim mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Selain tempat beristrahat, sekaligus memberikan layanan kepada para musyafir,” kata Ali Yafid saat jadi pembicara Rakor Lintas Sektoral kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat di Hotel Harper Makassar, Kamis (5/3/2026).
Ali Yafid menyebutkan, tradisi mudik lebaran setiap tahunnya harus berjalan aman, menyenangkan dan lancar.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Sulsel Digelar 13 Hari, 5.268 Personel Gabungan Siaga di 108 Pos
Tentu ini menjadi tugas pemerintah salah satunya Kementerian Agama. Kemenag harus ambil bagian, selain sebagai pengabdian masyarakat juga menjadi ladang amal saleh.
“Dari data Kementerian Agama Sulsel saat ini, sudah ada 492 masjid yang siap melayani para pemudik," kata Ali Yafid.
Ia mengatakan, masji-masjid yang ditunjuk diminta membuat spanduk sebagai tanda Masjid Ramah Pemudik.
"Ini menjadi lahan amal yang sangat bagus. Ini juga berlaku tidak hanya saat mudik, tapi juga pada arus balik," sambungnya.
Layanan ini mencakup pembukaan akses masjid selama 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet dan ketersediaan air wudhu.
Baca Juga: Kakanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota Sidak KUA di Mamuju dan Mamasa, Apa Hasilnya?
Kemudian, fasilitas pengisian daya gawai, ruang ibadah yang nyaman, area istirahat, penyediaan air minum dan makanan ringan, serta pusat informasi bagi pemudik.
Selain itu, Kemenag Sulsel juga secara khusus menyiagakan fasilitas, yaitu madrasah dan Kantor Urusa Agama (KUA), yang berada di jalur utama pemudik untuk turut serta memberikan layanan.
"Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi pemudik, dalam beribadah dan beristrahat sejenak dalam perjalanan mudik, hingga selamat sampai tujuan," harap Ali Yafid.
Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1447 Hijiriah aka digelar selama 13 hari di Sulawesi Selatan (Sulsel). Mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Polda Sulawesi Selatan akan melibatkan total 5.268 personel pengamanan gabungan pada Operasi Ketupat Idul Fitri tahun 2026.
Ribuan personel gabungan Operasi Kutupat Idul Fitri di Sulawesi Selatan, terdiri atas 2.583 Polri, 546 TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait.
Para personel gabungan tersebut akan ditempatkan pada 108 pos pengamanan. Masing-masing 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu.
Pos-pos tersebut akan beroperasi di berbagai titik strategis seperti masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, serta bandara. ***




