POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pengajar baca tulis Alquran (BTQ) dan Pendidikan Bahasa Arab (PIBA) UIN Alauddin Makassar, menggelar pertemuan persiapan memasuki proses pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Pertemuan pengajar BTQ dan PIBA berlangsung di Gedung Ma’had Al Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 pengajar BTQ dan PIBA UIN Alauddin Makassar dari berbagai latar belakang keilmuan.

Kehadiran para pengajar ini mencerminkan komitmen institusional Ma’had Al Jami’ah dalam memastikan kesiapan akademik dan teknis pembelajaran bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

Suasana pertemuan berlangsung tertib dan penuh perhatian. Para pengajar terlihat mengikuti jalannya agenda dengan seksama, mendengarkan arahan, serta mencermati berbagai penegasan yang disampaikan oleh pimpinan unit BTQ dan PIBA Ma’had Al Jami’ah.

Baca Juga: 74 Perusahaan Ikut Tender Proyek RS Regional Luwu, Pembangunan Fisik Dimulai Tahun Ini

Pada kesempatan itu, Kepala BTQ Ma’had Al Jami’ah, Prof. Dr. Abdul Halim Talli, menekankan pentingnya kedisiplinan pengajar dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran BTQ harus dilaksanakan secara konsisten dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Menurutnya, ketaatan pada jadwal mengajar bukan hanya persoalan administratif, melainkan juga mencerminkan tanggung jawab akademik dan moral para pengajar.

Hal tersebut dinilai krusial agar tujuan pembelajaran BTQ dapat tercapai secara optimal dan berkesinambungan.

Prof. Abdul Halim Talli juga mengingatkan bahwa BTQ memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan dasar mahasiswa dalam membaca dan menulis Alquran.

Oleh karena itu, keseriusan pengajar dalam menjalankan tugas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan Ma’had Al Jami’ah.

Baca Juga: Satgas Sapu Bersih Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Pangan di Sulawesi Selatan Terjaga

Sementara itu, Kepala PIBA Ma’had Al Jami’ah, Dr. Muis Said, juga menekankan agar para pengajar PIBA fokus pada pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kurikulum dan jadwal yang telah disepakati bersama.

Muis Said menyampaikan bahwa konsistensi pengajar dalam hadir dan mengajar secara terstruktur menjadi faktor utama dalam meningkatkan kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris mahasiswa.

Dengan pengelolaan pembelajaran yang disiplin, PIBA diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap penguatan akademik mahasiswa.

Ia juga mengajak seluruh pengajar PIBA untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar, baik dari aspek metodologi, materi, maupun interaksi edukatif dengan mahasiswa.

Hal ini dinilai penting agar pembelajaran bahasa Arab tidak hanya bersifat formal, tetapi juga efektif dan bermakna.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi forum koordinasi awal bagi para pengajar dalam menyatukan persepsi dan komitmen memasuki semester genap.

Diskusi dan arahan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan tugas mengajar ke depan.

Baca Juga: Nelayan Jatuh di Perairan Pelabuhan New Port Makassar Masih Dicari, SAR Gabungan Terapkan Skema Ini

Dengan terselenggaranya pertemuan ini, Ma’had Al Jami’ah UIN Alauddin Makassar menunjukkan keseriusannya dalam menata dan menjaga mutu pembelajaran BTQ dan PIBA.

Diharapkan, semester genap tahun ajaran 2025/2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas keagamaan dan kebahasaan mahasiswa. ***