POJOKSULSEL, MAKASSAR - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sulawesi Selatan menyatakan siap menyukseskan Kurikulum Cinta yang digagas Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Komitmen itu ditegaskan Ketua Pergunu Sulawesi Selatan, Muhammad Yunus, usai dilantik bersama jajaran pengurus masa khidmat 2026–2031 di Kantor Kementerian Agama Sulsel, Kamis (5/2/2026).

“Kita sambut baik karena ini gagasan mulia dari Menteri Agama. Pergunu menyokong sepenuhnya Kurikulum Cinta. Dalam setiap aspek pendidikan, harus ada nilai kasih sayang, rahmat, dan rahman, sehingga terbangun sikap saling menyayangi antara santri dan murid,” ujar Muhammad Yunus kepada wartawan.

Menurut Muhammad Yunus, Pergunu merupakan komunitas pendidik dan pemerhati pendidikan yang menaungi guru dari berbagai jenjang, mulai dari RA, TK, SD, madrasah tsanawiyah, hingga guru pesantren dan pengajar mengaji.

Baca Juga: GAPEMBI Sulawesi Selatan Bakal Dilantik 9 Februari 2026, Perkuat Dukungan Program MBG

“Stratanya lengkap, dari pendidikan terendah sampai tertinggi. Alhamdulillah, kepengurusan kali ini juga diisi guru-guru senior hingga junior,” jelasnya.

Muhammad Yunus menambahkan, salah satu program prioritas Pergunu Sulsel ke depan adalah peningkatan kompetensi guru di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Melalui berbagai kegiatan dan pelatihan, para guru diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri.

“Kita ingin proses pendidikan terus meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi guru. Harapannya, Pergunu bisa memberi maslahat yang luas, baik untuk guru maupun santri,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Maros Pusatkan Pemondokan Kontingen MTQ Sulsel di 6 Kecamatan, Dimana Saja?

Ia berharap Pergunu Sulawesi Selatan dapat menjadi motor penggerak dan motivator dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang.

“Mudah-mudahan Pergunu bisa terus memberi manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar membangun pendidikan yang berkarakter,” katanya.

Sebelumnya, Muhammad Yunus, menyebut komposisi pengurus periode 2026–2031 diisi oleh figur-figur akademisi dengan latar belakang keilmuan yang kuat.

“Pengurus Pergunu Sulsel ini para tokoh. Sangat banyak guru besar, rata-rata doktor. Yang S2 hanya sedikit, apalagi S1,” kata Muhammad Yunus dalam sambutannya.

Menurut Muhammad Yunus, kekuatan intelektual tersebut merupakan potensi besar yang harus disatukan demi kepentingan umat dan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Potensi ini adalah kekuatan besar umat. Mudah-mudahan ke depan, kita tidak menunggu komando dari siapa pun. Mari kita mengomandoi diri kita masing-masing untuk mengoptimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh pengurus yang dilantik bukan sekadar hadir sebagai pelengkap struktur organisasi, melainkan sebagai pejuang gagasan sekaligus pelaksana di lapangan.

“Kita ini pencetus ide sekaligus pelaksana ide. Bukan hanya narasi, tapi harus ada aksi nyata dalam kegiatan Pergunu,” tegasnya.

***