POJOKSULSEL, JAKARTA – Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (14/1/2026). Proses pemilihan akan digelar di Kampus Unhas Jakarta, Petojo.

Sebanyak tiga kandidat akan bersaing dalam pemilihan Rektor Unhas. Mereka adalah Prof. Jamaluddin Jompa, Prof. Budu, dan Prof. Sukardi Weda. Ketiganya akan dipilih langsung oleh anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.

Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan seluruh persiapan teknis telah dilakukan oleh Panitia Pemilihan Rektor (PPR). Mulai dari kesiapan ruang transit, penyiapan konsumsi, kelengkapan persuratan dan dokumen, hingga aspek teknis lainnya.

“Khusus untuk ruang Rapat, didesain untuk peruntukan Rapat Terbuka dan Rapat Tertutup,” kata Ishaq Rahman, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Rektor Abbas Langaji Lantik 91 Pejabat UIN Palopo, Ini Komposisi Lengkapnya

Ia menjelaskan, pada sesi Rapat Terbuka, masing-masing calon rektor akan menyampaikan visi dan misi selama lima menit.

Setelah itu, proses dilanjutkan dengan sesi pendalaman dan tanya jawab bersama anggota MWA.

Usai rapat terbuka, MWA akan menggelar Rapat Tertutup guna membahas dan menentukan pilihan rektor terpilih.

“Apabila dalam rapat tertutup tercapai kesepakatan secara aklamasi, maka rapat akan kembali dibuka dan Ketua MWA akan langsung mengumumkan rektor terpilih,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Modal Besar, Ini Kunci Jadi Entrepreneur Muda Versi Wali Kota Parepare

Namun demikian, jika aklamasi tidak tercapai, proses pemilihan akan dilanjutkan melalui pemungutan suara atau voting. Sesuai rencana, voting akan dilakukan secara tertutup.

Sementara untuk mekanisme penghitungan suara, Ishaq menyebutkan hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh anggota MWA, apakah dilakukan secara terbuka atau tertutup.

Diketahui, anggota MWA Unhas yang mempunyai hak suara dalam pemilihan rektor berasal dari internal dan eksternal kampus.

Dari eksternal Unhas, terdapat beberapa figur pejabat tinggi (yang menjadi anggota MWA secara ex-officio atau karena jabatannya) dan tiga orang tokoh masyarakat.

Para pejabat tinggi yang menjadi anggota MWA Unhas adalah Menteri Dikti Saintek (Prof. Brian Yuliarto).

Kemudian, Menteri Pertanian RI, Dr. Andi Amran Sulaiman (menjadi anggota MWA dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PP IKA Unhas).

Anggota MWA dari eksternal kampus juga diisi oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman).

Kemudian tiga orang tokoh masyarakat, yaitu: Tony Wenas (CEO Freeport Indonesia), M. Arsyad Rasjid (Pengusaha), dan Prof. Sangkut Marzuki (ilmuwan).

***