POJOKSULSEL, JAKARTA - Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), menerima Piagam Penghargaan Ar Raniry Award dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh.

Penghargaan Ar Raniry Award diserahkan langsung oleh Rektor UIN Ar Raniry, Prof Mujiburrahman, di kediaman JK, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025).

Prof Mujiburrahman menegaskan, pemberian penghargaan Ar Raniry Award merupakan bentuk apresiasi masyarakat Aceh atas peran besar JK dalam proses perdamaian.

Baca Juga: Siaga Merah Putih Ditutup, 4.172 Pendaki Ramaikan HUT ke-80 RI di Gunung Bawakaraeng

"Beliau adalah tokoh kunci yang memiliki andil besar dalam proses perdamaian Aceh. Beliau tokoh yang memediasi dan mediator dalam proses tersebut," kata Prof Mujiburrahman.

Menurut Mujiburrahman, Ar Raniry Award adalah simbol terima kasih masyarakat Aceh.

Ia menyebut kunci dari proses perdamaian dua dekade lalu adalah kepercayaan. JK mendapat kepercayaan dari semua pihak, baik dari masyarakat Aceh maupun pemerintah pusat.

Baca Juga: BNI Agen46 Hadir di Tamalanrea, Gandeng Koperasi Merah Putih Hadirkan Transaksi Merdeka di Kelurahan

"Masyarakat Aceh kemudian memberi kepercayaan kepada pak JK untuk melakukan negosiasi katakanlah pemerintah RI maupun dengan GAM," ujar Prof Mujiburrahman.

Sejarah mencatat, pada 15 Agustus 2005, perundingan Helsinki menghasilkan MoU antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Proses panjang itu disebut tidak lepas dari kegigihan JK dalam membangun komunikasi, baik dengan tokoh GAM di Aceh maupun di luar negeri.

Baca Juga: Profil Hilton Pratama Mantong, Pelajar Sulbar Sukses Jadi Pengerek Bendera di Istana Negara

JK mendekati para tokoh GAM di Aceh dan di Swedia dengan upaya mulus, penuh semangat, serta energi luar biasa.

"Membangun komunikasi dan silaturrahmi sehingga trust (kepercayaan) terbangun dengan baik sehingga perundingan itu bisa dilaksanakan," imbuhnya.

Pihak kampus berharap, dua puluh tahun perdamaian Aceh menjadi pelajaran berharga agar konflik serupa tidak terulang.

"Kita berharap tidak terjadi konflik serupa di masa yang akan datang," pungkasnya.

Sedianya JK akan menerima penghargaan langsung di Banda Aceh pada 14 Agustus lalu. Namun, rencana itu batal karena pesawat yang ditumpanginya mengalami kendala teknis usai lepas landas.

***